Linggau Maju Pesat, Gubernur Ingatkan Walikota Hati-hati

9

pembukaan-ktna-di-linggau-12Lubuklinggau, BP

Gubernur Sumatera Selatan H Alex Noerdin mengingatkan Walikota Lubuklinggau untuk berhati-hati seiring dengan pesatnya kemajuan pembangunan di daerah yang dipimpinnya tersebut.

Gubernur mengakui, kemajuan yang luar biasa dari Kota Lubuklinggau. Apalagi cukup banyak fasilitas pendukungnya seperti rumah sakit yang bisa membuat Kota Lubuklinggau menjadi pusat kesehatan. Lalu terdapat perguruan tinggi, tidak menutup kemungkinan menjadi pusat pendidikan.

Hal itu disampaikan Alex dalam sambutannya pada Rapat Paripurna hari ulang tahun (HUT) ke- 15 Kota Lubuklinggau, di Gedung Kesenian Kota Lubuklinggau, Senin (17/10). Karena itulah orang nomor satu di Sumsel itu memberikan ‘wejangan’ kepada Walikota Lubuklinggau.

Baca:  RSUD Sumsel Berubah Nama Jadi RSUD Siti Fatimah

“Tapi saya ingin mengingatkan Pak Walikota. Suatu kota tidak dipaksakan untuk mengakomodir seluruh fungsi yang kita inginkan. Tapi hati-hati, pegangan kita, acuan kita adalah tata ruang. Itu yang mengarahkan,” jelasnya.

Selain itu, Alex mengatakan, tidak ada satu kotapun di Indonesia yang selengkap Kota Lubuklingau dan punya inovasi. Dengan hasil tersebut, belum tentu Walikota Bandung ataupun Walikota Surabaya seperti itu. Namun Walikota Lubuklinggau kurang melakukan pencitraan. “Tapi kurang pencitraan saja. Orang lain pencitraannya luar biasa,” celetuk Alex.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumsel juga meminta agar pemerintah bersama-sama dengan masyarakat dan tokoh agama ataupun lembaga adat untuk menjaga dua hal agar Sumsel dapat lebih maju. Itu yakni menjaga kerukunan umat beragama dan kerukunan antar etnis. “Itu modal kita, itulah Sumsel bisa seperti ini,” ujarnya.

Baca:  Alex Noerdin Raih Anugerah Widyaiswara Utama Kehormatan dari LAN

Sementara itu, Walikota Lubuklinggau, H. SN Prana Putra Sohe dalam sambutannya menyatakan, secara pribadi banyak belajar dari Gubernur Sumsel yang sudah dianggapnya sebagai orangtua sendiri. “Beliau sudah membuktikan kinerjanya selama menjadi Bupati Muba dan Gubernur Sumsel. Kita merasa bangga menjadi masyarakat Sumsel. Dan jujur saja saya belajar dari Beliau,” katanya.

Terpisah Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Lubuklinggau Dedi Yansah, menjelaskan, mengenai tata ruang yang jelas itu harus dilkakukan. Sebab dalam membangun suatu kawasan, itu harus membagi zona pemanfaatan ruang. Misal untuk pemukiman, itu ada indokatornya. “Tetapi kawan-kawan pelaku usaha belum familiar dengan apa itu guna tata ruang,” ungkapnya.

Baca:  Isi Kemerdekaan Dengan Perilaku Positif

Upaya Bappeda dalam hal ini, kata Dedi, seluruh stakeholder harus menyampaikan soal tata ruang. Dan pihaknya mengaku sudah memaskan hal itu ke dalam website serta menyampaikan informasi kepada stakeholder. “Tapi sekarang stakeholder mau tidak menggunakan itu,” katanya. #adv