Ultimate magazine theme for WordPress.
BI-25

Distribusi Cabai Merah di Jakabaring Anjlok

1810-01-cabai-merahPalembang, BP

Distribusi cabai merah di Pasar Induk Jakabaring mendadak anjlok, dari biasanya masuk empat hingga 6 ton per hari, kemarin tidak sampai satu ton yang masuk. “Hari ini (kemarin-red) harga cabai merah keriting Rp40 ribu per kg dan cabai merah gembor Rp35.000 per kg di level pembeli besar di Pasar Induk. Permasalahan ada di pengiriman, beberapa hari ini pasokan sangat sedikit,” tutur Kepala Administrasi Umum PT Swarnadwipa Selaras Adiguna (SSA) Pasar Induk Jakabaring Bambang Bambang kepada BeritaPagi, Senin (17/10).

Dia mengatakan, cabai merah kriting di suplai dari sejumlah daerah di Pulau Jawa seperti dari Muntilan, Magelang, Jawa Tengah. Sedangkan dari lokal seperti Rantau Alai, Banyuasin dan Pemulutan namun jumlahnya terkadang tidak terlalu tinggi. “Diperkirakan ini pengaruh cuaca, biasanya ketika hujan terus menerus pengiriman terganggu. Selain itu, biasanya panen cabai dari penghasil terganggu bahkan ada yang sampai tidak melakukan panen,” jelas dia.

Kendati demikian, menurut Bambang, pihaknya tidak bisa memastikan kendala tersebut, sebab pihaknya hanya menerima pasokan yang masuk ke Pasar Induk, lalu didistribusikan ke sejumlah pasar tradisional di Sumatera Selatan (Sumsel) termasuk di Kota Palembang.

Bambang menyebutkan, saat ini hanya harga cabai merah kriting yang naik, sementara harga kebutuhan lain seperti cabai rawit lokal masih Rp30.000 per kg. Sedangkan cabai rawit biasa Rp20.000 per kg. “Kentang, wortel, bawang, brokoli masih normal,” ujar dia.

Sementara itu, pantauan di sejumlah pasar tradisional di Kota Palembang harga cabai merah terpantau cukup tinggi. Harga cabai tembus Rp50 ribu/kg, padahal pekan lalu masih Rp35.000 hingga Rp40.000 ribu/kg. Harga ini diakui sejumlah pedagang naik secara bertahap tepatnya sejak sepekan terakhir sejak musim penghujan.

“Biasanya Rp35 ribu/kg, pernah juga Rp40 ribu/kg, saat ini naik lagi menjadi Rp50 ribu/kg, dan barangnya juga sedikit,” kata Atun, pedagang sayuran di Pasar Pagi Pahlawan. Atun mengklaim, minat beli hampir semua jenis sayuran masih belum tinggi. Pembeli cenderung membeli dalam jumlah yang sedikit, karena dimungkinkan masih banyak kebutuhan lain.

Selain itu, kenaikan harga kebutuhan pendukung lainnya juga mempengaruhi minat beli masyarakat sehingga pendapatan pedagang masih cenderung sedikit. Kenaikan harga cabai juga diakui oleh pedagang di Pasar KM5 Lusi (35). Menurut dia, ada faktor distribusi yang terganggu yang terjadi. Kenaikan cabai menurut dia karena pasokan menurun. “Barangnya sedikit, jadi harganya naik,” kata Lusi.

Dia memastikan, ketika distribusi normal harga akan kembali turun. “Biasanya tidak lama, namun karena ada kaitannya jelang Lebaran mungkin bisa saja. Namun setelah lebaran bisa jadi harganya akan turun,” katanya. Dari penelusuran BeritaPagi, pasokan cabai merah kriting di sejumlah pasar tidak hanya di suplai dari Pasar Induk Jakabaring. Diketahui, sejumlah cabai merah kriting dipasok di sejumlah distributor lokal.

“Ada juga dari lokal yang masuk, tidak hanya Jabaring, namun memang jumlahnya masih sedikit,” kata Ruslan (32) pedagang di Pasar 26 Ilir.

Ruslan mengklaim, jika hanya bertumpu dari Pasar Induk, bisa-bisa pedagang tidak kebagian dan tidak berjualan cabai. Namun saat ini sejumlah distributor mulai mengisi pasar tradisional. “Mungkin tidak bebas masuk, makanya harganya masih cukup mahal,” tukas dia. #ren

 

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...