Alex Noerdin Apresiasi Penertiban Sumur Minyak Ilegal

14

alex-nurdinPalembang, BP

            Upaya penertiban penambangan ilegal sumur minyak tua yang dilakukan Pertamina EP Aset 1 Field Ramba di Desa Mangun Jaya, Kabupaten Musi Banyuasin diapresiasi Gubernur Sumsel H Alex Noerdin.

Alex Noerdin menuturkan, sumur tua dapat dikelola dan dimanfaatkan oleh Badan Usaha atau Koperasi Rakyat asalkan memiliki rekomendasi dari Bupati dan persetujuan dari Gubernur. “Setelah dapat persetujuan kemudian harus dibawa ke Menteri. Di sana baru dicek permodalan dan peralatan yang dipakai. Jika ada izinnya maka boleh dikelola,” ujarnya.

Dirinya mengimbau agar masyarakat tidak menghalangi penertiban sumur tua. “Kalau memang itu adalah mata pencaharian, baiknya warga yang menggantungkan hidupnya pada pertambangan ilegal mencari pekerjaan lain,” tegasnya.

Baca:  Alex Ingin SMB II Jadi Aiport Ternyaman di Indonesia

Sebelumnya diketahui, upaya penutupan sumur minyak mendapat penolakan dari warga pemilik lahan di daerah tersebut. Dari 104 sumur tua ilegaldi Musi Banyuasin, masih ada 27 sumur lagi yang tidak bisa ditertibkan karena warga sekitar protes atas hal tersebut.

Warga kekeuh tidak ingin jika sumur bor ditutup Pertamina EP Asset 1 Field Ramba di Desa Mangun Jaya Kabupaten Musi Banyuasin karena merupakan sumber mata pencaharian warga. Karena warga meyakini surat izin yang dimilikinya adalah atas nama Gubernur Sumsel dan Bupati Musi Banyuasin.

Baca:  Alex Noerdin Berterima Kasih kepada DPW LDII Sumsel

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Sumatra Selatan Robert Heri mengungkapkan, sesuai dengan Peraturan Menteri No 1 tahun 2008 tentang pedoman pengusahaan pertambangan minyak bumi pada sumur tua, pemberian izin hanya dari Menteri ESDM saja.

“Bupati hanya memberikan rekomendasi dan Gubernur-lah yang menyetujuinya. Tapi yang menerbitkan izin tetap Menteri. Kita sudah memberikan informasi ini namun belum dicerna. Masyarakat merasa bahwa surat yang dimiliki mereka adalah surat izin. Padahal belum ada izin terkait penambangan di sumur tua di Musi Banyuasin,” terangnya.

Ia menerangkan, berdasar koordinasi dengan Pertamina EP saat ini memang masih ada 27 sumur tua yang belum bisa ditertibkan. Namun pihaknya sudah turunkan tim ke Musi Banyuasin untuk mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat, fokusnya bagi mereka yang menghalangi penertiban sumur tua tersebut.

Baca:  Alex Noerdin Antusias Sambut Bantuan Dana BRG

Selain ada di Musi Banyuasin, sumur minyak tua juga berada di Musirawas Utara, Muaraenim, Prabumulih, dan sejumlah daerah lainnya. Namun ada sebagian yang sudah di tertibkan dan juga belum, hanya menunggu waktu dan teknis pelaksanaan.

“Kita akan bantu dalam penertiban ini karena dampaknya cukup berbahaya bagi lingkungan. Selain itu penerimaan negara juga dapat berkurang karena itu,” tambahnya.#adv