Tanah RSI Siti Khatijah Diminta Hibah

6

20161011_101657-1
Rapat pertemuan pihak yayasan dan pengelola rumah sakit, Selasa (11/10).

Palembang, BP

Yayasan Rumah Sakit Islam (RSI) Siti Khatijah berharap, tanah yang kini ditempati rumah sakit sebagai hak pakai dihibahkan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk diteruskan dalam pembangunan.

Ketua Pembina Yayasan RSI Siti Khatijah Kafrawi Rahim mengatakan selama 42 tahun tanah ini digunakan sebagai hak pakai berdasarkan Surat Keterangan (SK) Gubernur Nomor 593/KPTS/VII/1974.

“SK ini diterbitkan sebagai hasrat masyarakat Islam khususnya Kota Palembang untuk mendirikan rumah sakit yang bersifat swasta,” katanya, usai rapat pertemuan pihak yayasan dan pengelola rumah sakit, Selasa (11/10).

Baca:  RSI Siti Khatijah Proyeksikan 500 Kamar

Dikatakan, sejumlah upaya pertemuan dengan Pemerintah Provinsi Sumsel telah dilakukan, tinggal nantinya menyaiapkan secara administrasi. Dalam waktu dekat akan dilakukan petemuan dengan pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

“Jika status kepemilikan tanah secara administrasi di Pemda, kendala yang dihadapi adalah dalam pembangunan selanjutnya. Untuk meminjam dana bank jelas tidak bisa, padahal master plan pembangunan delapan tingkat sudah selesai,” katanya.

Menurut dia, saat itu pembelian tanah ini atas sumbangan jamaah haji, dan pihak-pihak dermawan. Dalam surat keputusan Gubernur tahun 1986 juga diputuskan bahwa sambil menunggu persetujuan Menteri Dalam Negeri menyerahkan sebagian tanah sertfkat hak pakai sebagaimana tercantum peta situasi tanggal 19 Juni 1986 kepada Yayasan Rumah Sakit Siti Khatijah di Palembang.

Baca:  RSI Siti Khadijah  Segera Gandeng BPJS

Sementara itu, Direktur Utama RSI Siti Khatijah Romayana Amran mengatakan, pihaknya berhadap agar tanah bisa dihibahkan, apalagi telah lama dikelola. “Upaya komunikasi sudah dilakukan, kami ingin secepatnya diproses, agar pembangunan bisa dilakukan,” jelas dia.

Dikatakan, saat ini ada 210 kamar rawat inap, idealnya rumah sakit ini memiliki hingga 500 kamar. “Kami rasa sangat perlu perluasan, apalagi saat ini semakin banyak pasien yang datang,” katanya.

Baca:  RSI Siti Khatijah Proyeksikan 500 Kamar

Perluasan pun menurutnya harus ada pelayanan yang terintegrasi, tidak terpisah-pisah. Rawat inap tiap kelas harus dibedakan, termasuk pelayanan emergency yang lebih memadai. “Fasilitas harus lebih menunjang, sehingga pelayanan lebih masksimal,” katanya. #ren