Partai Golkar Rancang Strategi Tingkatkan Elektabilitas Ahok

11

Jakarta, BP

Ketua Umum DPP Partai Golkar Setya Novanto mengatakan, Partai Golkar dan partai pendukung calon gubenur DKI Jakarta,  Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) sudah merancang strategi  untuk meningkatkan kembali elaktabiltas ahok.

Karena itu, Partai Golkar  tidak khawatir dengan elektabiltas Ahok yang disebut beberapa lembaga survei menurun.

Menurut Novanto, gaya komunikasi Ahok yang kurang santun menjadi salah satu faktor menurunnya elektabilitas Gubernur DKI Jakarta tersebut.

“Namun Ahok sudah mulai membiasakan bicara lebih halus, lebih kondusif. Yang jelas   komunikasi Ahok makin baik,“ kata Novanto di Jakarta, Rabu (12/10).

Novanto menambahkan, elekatabiltas Ahok juga turun karena sudah muncul dua pasangan calon gubernur DKI Jakarta,  pasangan Agus Harymurti -Sylviana Murni dan Anies Baswedan –Sandiaga Uno.

Munculnya kedua pasangan tersebut,  otomatis suara warga DKI terpecah. Kendati demikian  lanjut Novanto, pasangan petahana Basuki Tjahaya Purnama -Djarot tetap bisa memenangkan kontestasi di Pilkada DKI Jakarta 2017.

Apalagi berdasarkan hasil survei, elektabilitas Ahok -Djarot  masih tetap teratas. “Menurunnya elektabilitas Ahok tidak terlalu signifikan, masih punya kesempatan untuk memperbaiki,” jelas  mantan Ketua DPR RI itu.

Novanto yakin elektabilitas Ahok naik setelah kampanye dimulai, karena Ahok memiliki modal cukup dengan hasil kerjanya selama mejadi gubernur.

“Kesempatan masih terbuka untuk mendongkrak  lekatbilitas Ahok. Ada perubahan kerja nyata demi keberlanjutan ke depan selama jadi gubernur,” tuturnya.

Terkait pertnyataan Fadel Mohamad yang menyebut Partai Golkar akan rapat membahas sikap apakah tetap mendukung Ahok  atau tidak di Pilkada DKI,  Novanto menegaskan, tidak pernah ada rapat membahas evaluasi dukungan kepada ahok, seperti  dilontarkan Wakil Ketua Dewan  Pembina Partai Golkar Fadel Muhamad.

“Partai Golkar  tetap konsisten dengan  keputusan  yang sudah disepakati serta disteujui seluruh kader.  Saya sudah menegur Fadel dan  beliau sudah minta maaf,” kata Novanto.

Dia meyadari bahwa menjelang Pilkada DKI Jakarta, banyak isu miring yang berkembang. Oleh sebab itu dia mengimbau semua pihak untuk berkompetisi secara sehat dengan tidak  menggunakan isu sara dan menebar fitnah.

Novanto mengaku sudah mendengar langsung apa yang disampaikan Ahok saat menyampaikan pidato di sebuah acara di Pulau Seribu. Tidak ada maksud Ahok  berkata menjelekan agama tertentu. “Saya minta semua pihak mendengar utuh pidato Ahok sebelum berkomentar,” paparnya. #duk