KPK Geledah Kantor BPN Banyuasin

7

# Usut Aset Yan Anton

 

Jpeg

Banyuasin, BP

Guna mencari alat bukti tambahan terkait kasus dugaan suap Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah kantor Badan BPN Banyuasin, Selasa (11/10).

Berdasarkan informasi yang dihimpun, empat petugas KPK menyambangi Kantor Pertanahan Nasional Banyuasin (BPN) Banyuasin, sekitar pukul 9.00 menggunakan Toyota Innova BG 1103 IB.

Selama sekitar empat jam, tim penyidik meminta keterangan dan mengumpulkan bukti dari BPN terkait aset lahan milik tersangka Yan Anton Ferdian dan kiriman pihak swasta yang diduga pengepul dana suap kasus tersebut.

Baca:  IT Terbaik III Nasional, Banyuasin Menuju Smart Regency

Kemudian sekitar pukul 13.20, petugas KPK meninggalkan Kantor BPN dengan membawa map plastik warna biru dan satu bundel dokumen, tanpa mau memberikan komentar banyak kepada wartawan. “Iya benar, kami izin dulu, maaf ya,” ujar salah seorang penyidik sambil masuk mobil.

Sementara itu Edison, salah seorang pegawai BPN Kabupaten Banyuasin mengatakan, sekitar empat jam penyidik KPK mencari data di BPN terkait sertifikat dan lokasi lahan. “Informasinya lahan atas nama Yan Anton dan Kirman,” katanya.

Baca:  Hj Nurmala Dewi Jabat ketua DPC Hanura Banyuasin

Seperti diketahui, pengumpulan barang bukti tersebut sebagai alat pendukung atas kasus suap proyek ijon di Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuasin usai penyidik KPK menetapkan enam orang  tersangka, yakni Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Rustami selaku Kasubag Rumah Tangga Bagian Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Banyuasin, Kepala Dinas Pendidikan Banyuasin Drs H Umar Usman, serta Sutaryo sebagai Kasi Pembangunan Peningkatan Mutu Pendidikan Bidang Program dan Pembangunan pada Dinas Pendidikan Banyuasin.

Baca:  Basmi Nyamuk Penyebab DBD, Rescue Perindo Fogging 250 Rumah di Banyuasin

Sementara dari pihak swasta yang jadi tersangka, yakni Kirman yang bertugas sebagai pengepul dana. Serta Zulfikar Muharrami selaku Direktur CV Putra Pratama yang diduga sebagai pemberi uang suap. #mew