Sekda Banyuasin Tak Bisa Lagi Mangkir

16

3009-01-pemeriksaan-sekda-banyuasin-ris
Sekda Banyuasin Firmansyah datang ke Polda Sumsel untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi, Kamis (29/9).

Palembang, BP 

          Setelah mangkir dari panggilan pertama, akhirnya Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Banyuasin Firmansyah mendatangi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk diperiksa sebagai saksi, Kamis (29/9).

Firmansyah menjalani pemeriksaan bersama enam saksi lainnya yang berasal dari swasta, yakni, Taufik Firman, Reza Ferdian, Amuin, Indra, Rendi Juliansyah, serta Sapta yang merupakan karyawan Bank Sumsel Babel, di Gedung Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Pantauan di lapangan, Firmansyah datang ke Polda Sumsel sekitar pukul 10.00 pagi. Kemudian ia masuk ke ruang pemeriksaan dan baru keluar sekitar pukul 12.00 untuk istirahat. Meski membenarkan dirinya turut diperiksa terkait kasus suap yang menjerat atasannya, Bupati Banyuasin Yan Anton Ferdian, Firmansyah tak mau memberikan komentar banyak, terutama tentang adanya sistem ijon dalam proyek di Banyuasin. “Ya diperiksa, terkait OTT Pak Yan Ferdian. Itu tanya penyidik, saya tidak tahu,” ujarnya.

Baca:  Refleksi Era Millenial di Abad 21

Disinggung jumlah pertanyaan yang diajukan penyidik kepadanya, Firman mengaku tidak tahu. “Saya tidak tahu berapa, tapi pertanyaannya seputar OTT,” tutur Firmansyah yang mengaku hanya keluar untuk istirahat.

Satu jam setelah istirahat, Firman masuk ruangan untuk melanjutkan pemeriksaan. Ia sempat keluar lagi dan tak lama kembali masuk sekitar pukul 18.15.

Kemudian sekitar pukul 19.20, Firman selesai diperiksa. Namun, ia berhasil mengelabui wartawan dengan keluar lewat pintu samping. “Sudah (selesai pemeriksaan), baru saja keluar dari pintu sebelah,” jelas petugas piket.

Baca:  Dampak Perbaikan Jalintim, Warga Krisis Air Bersih

Dari data yang dihimpun, selain Firmansyah yang sebelumnya tak bisa memenuhi panggilan, penyidik KPK diketahui melakukan pemeriksaan terhadap saksi lain yang sebelumnya tak bisa datang. Mereka adalah Yulinda, selaku Kepala Sub Bagian Pengembangan Layanan Pengadaan Banyuasin.

“Yulinda tadi sudah hadir dan katanya kemarin tidak bisa karena ada urusan keluarga,” ujar seorang penyidik KPK.

Baca:  Rombak Pejabat Jelang Pilkada, Bupati Banyuasin Dinilai Langgar Undang-undang

Bahkan karena banyaknya dokumen yang disita dari para saksi terkait perkara ini, penyidik juga terpaksa membeli koper baru. “Karena banyak dokumen yang disita, koper kita tidak muat lagi dan harus beli baru,” katanya.

Sedangkan terkait pemeriksaan keenam saksi termasuk dari pihak swasta ini, penyidik menyebut hanya untuk mendalami peran para saksi yang diduga mengetahui kasus kasus yang sedang bergulir. # osk