Pemprov Sumsel Berupaya Selesaikan Penyertaan Modal BSB

8

unnamed
Suasana rapat paripurna DPRD Sumsel, Senin (26/9).

Palembang, BP

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berupaya setiap tahunnya ada progres untuk menyelesaikan penyertaan modal Pemprov yang masih tersisa sebesar Rp235 miliar pada Bank SumselBabel (BSB).
“Batasan waktu lima tahun sampai dengan 31 Desember 2021 itu maksudnya merupakan jangka waktu paling lama, namun apabila memungkinkan sesuai dengan kemampuan keuangan daerah hal tersebut dapat saja diselesaikan dalam waktu tiga tahun,” kata Wagub Sumsel H Ishak Mekki dalam pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap raperda tentang perubahan atas Perda Nomor 14 tahun 2011 tentang penambahan penyertaan modal Pemprov Sumsel pada BSB, Senin (26/9).
Menurutnya secara umum pembayaran dividen PT Bank SumselBabel kepada Pemprov Sumsel dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami peningkatan.
Upaya selanjutnya untuk meningkatkan penerimaan dividen dari Bank SumselBabel perlu didukung dengan melakukan penambahan penyertaan modal, agar komposisi modal Pemprov Sumsel tidak berkurang akibat dari setoran modal pemegang saham lainnya.
“Dengan jumlah modal yang meningkat akan mendukung ekspansi usaha sehingga dapat meningkatkan laba yang berdampak pada peningkatan setoran dividen kepada Pemprov Sumsel selaku pemegang saham terbesar, katanya.
Sebelumnya, juru bicara Fraksi Partai Golkar DPRD Sumsel, Sri Mulyadi menilai fraksinya konsisten mendukung program pemerintah provinsi setempat di dalam upaya penambahan penyertaan modal  BSB.
Penyertaan modal pada  BSB selain menjadikan struktur permodalan menjadi lebih sehat, dan sekaligus memberikan tingkat kemampuan operasional terutama dalam ekspansi kredit menjadi lebih bersaing.
“Hal itu juga akan berdampak pada komposisi kepemilikan saham dan pada akhirnya sangat berpengaruh pada komposisi perhitungan pembagian laba atau deviden bagi Pemprov Sumsel,” katanya.#osk
Baca:  Wagub Sumsel Minta Kajian Mendalam Raperda Inisiatif Agar Tidak Tumpang Tindih