Pujian Untuk Musafri

12

sfc-vs-persib-kalau-jadiPalembang, BP

          Musafri bukan pilihan utama Widodo musim ini. Namun sumbangan dua gol ke gawang Persib, membuatnya layak masuk skuad inti Laskar Wong Kito.

Sriwijaya FC (SFC) mendulang angka penuh setelah menggasak Persib Bandung dengan skor telak 3-0 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Sabtu (10/9) malam, pada laga pekan ke-19 Torabika Soccer Championship (TSC) A 2016. Pada lagi ini, pujian patut diberikan kepada winger Laskar Wong Kito Talaohu Abdul Musafri, yang menyumbang dua gol kemenangan. Satu gol lagi dicetak Alberto Goncalves.

Penampilan Musafri pada laga itu terasa spesial. Dipercaya menggantikan Hilton Moreira yang absen karena akumulasi, dia bayar dengan gol pada menit ke-4 dan 76. Lebih spesial lagi, musim ini Musafri jarang dimainkan karena kalah bersaing. Tapi, menghadapi Maung Bandung dialah pahlawan kemenangan SFC.

Sukses memborong dua gol ke gawang I Made Wirawan membuat Musafri gembira. Mantan pemain Persiba Balikpapan ini tak bisa menutupi rasa gembiranya.

“Saya sangat bersyukur pada Allah SWT, kemenangan memang sangat kita butuhkan untuk mengangkat posisi SFC di klasemen sementara,” kata Musafri usai pertandingan.

Musafri senang bisa berkontribusi untuk mengangkat peringkat SFC di klasemen dari dua gol yang dicetaknya.

“Saya tak mau berlebihan merayakan dua gol ini. Gol yang saya cetak jadi motivasi buat laga berikutnya,” ucapnya.

 

Disinggung mengenai dia yang sudah lama tidak turun, Musafri mengatakan, setiap pemain memiliki harapan untuk selalu bermain di setiap pertandingan. Namun dia mengerti jika pelatih punya banyak perhitungan, taktik dan strategi sebelum menentukan starting eleven. Oleh sebab itu, dia bisa memaklumi dengan terus melakukan persiapan di luar lapangan. Latihan keras terus dijalaninya, sehingga saat dibutuhkan dia siap memberikan penampilan terbaik.

Baca:  Tim Joma Batal Datang

“Meski saya tidak main selama ini, saya terus bekerja keras sehingga membuahkan hasil di lapangan hijau,” ucapnya.

Pelatih SFC Widodo Cahyono Putro menegaskan, tidak ada pemain cadangan dalam skuadnya. Kalaupun ada namanya pemain yang jarang diturunkan, dan itu disesuaikan dengan kebutuhan tim.

“Tak ada pemain pelapis, semua pemain mengetahui itu, semua elemen harus buat kompetisi ini lebih baik,” ujarnya.

Masih kata Widodo, gol cepat Musafri menit ke-4 cukup membantu sehingga anak asuhnya bisa memegang kendali permainan. Gol itu menambah semangat pemain di lapangan hijau, hingga pada akhirnya Laskar Wong Kito menguasai permainan.

“Gol yang dicetak pun lewat proses, sebelumnya selalu lewat tendangan bebas, tapi kali ini lewat kerja sama tim, ini jadi nilai plus permainan kita,” ungkapnya.

Sementara itu, Pelatih Persib Bandung Djajang Nurdjaman mengatakan, anak asuhnya kecolongan di menit awal babak pertama. Dia menilai, Tony Sucipto dan kawan-kawan tak bisa mengontrol emosi sehingga bisa dimaksimalkan tim tuan rumah lewat gol Musafri.

Baca:  Tuan Rumah Pincang

 

Setelah gol itu, anak asuhnya semakin terpancing emosi, ditambah lagi wasit yang memimpin pertandingan kerapkali mengambil keputusan yang kontorversi. Hal itu semakin menyulut emosi punggawa Maung Bandung, dan SFC sukses memanfaatkan kelemahan itu.

“Pemain juga kerapkali melakukan kesalahan sendiri. Selain itu, tekanan yang dilakukan pemain SFC membuat permainan kami tidak berkembang. Kita sempat ditekan seperti ini saat lawan Semen Padang, kini kembali terulang,” ucapnya.

Dominan

Kemenangan itu mengangkat posisi SFC ke peringkat tiga klasemen setelah mengoleksi nilai 34. Sedangkan Persib tertahan di peringkat tujuh dengan poin 27. Kekalahan itu cukup menyesakkan bagi Persib yang berusaha untuk naik di klasemen sementara. Apalagi, Stadion Gelora Jakabaring pernah jadi saksi bisu saat Maung Bandung meraih titel juara Indonesia Super League (ISL) 2014.

SFC dan Persib mengawali pertandingan dengan permainan terbuka. Laskar Wong Kito yang tak ingin kehilangan poin di kandang mengambul inisiatif melakukan tekanan ke pertahanan Persib. Upaya SFC mencetak gol cepat terwujud ketika laga baru berjalan empat menit. Rizsky Dwi Ramadhana yang mendapat pengawalan ketat Rudolof Yanto Basna di sisi kiri pertahanan Persib, mampu melepaskan umpan yang diselesaikan tandukan Musafri untuk menjebol gawang I Made Wirawan.

Unggul satu gol justru tida membuat SFC meningkatkan intensitas serangan. Sebaliknya, kendali permainan malah dikuasai Persib yang berusaha mengejar ketertinggalan. Masuknya Diogo Ferreira menggantikan Kim Jeffrey turut memberikan perubahan warna permainan bagi Persib. Kendati menguasai permainan, Persib menemui kesulitan mengubah papan skor. Pertahanan solid SFC. dan buruknya penyelesaian akhir membuat Persib gagal mendapatkan peluang bagus. Skor 1-0 untuk keunggulan tuan rumah ini bertahan hingga babak pertama berakhir.

Baca:  SFC Sering Lupakan Pertahanan

SFC kembali bermain agresif di babak kedua setelah sempat menurun di paruh pertama. Pertarungan menjadi menarik, karena Persib mempertahankan permainan terbuka. Persib nyaris menyamakan kedudukan pada menit ke-50. Bola liar di depan gawang SFC disambar tandukan Atep. Namun kiper Teja Paku Alam dengan sigap menepis bola, sehingga hanya menghasilkan tendangan sudut.

Kubu tuan rumah kembali bersorak kegirangan setelah Alberto Goncalves menggandakan keunggulan pada menit ke-56. Menerima umpan panjang Achmad Jufriyanto, Beto memperdayai Yanto Basna, dan menceploskan bola ke jala Made Wirawan. SFC makin di atas angin setelah mereka memperbesar keunggulan di menit ke-77. Musafri yang luput dari perhatian Jajang Sukmara dan Vladimir Vujovic menyambut umpan terobosan Firman Utina, dan selanjutnya menceploskan bola ke dalam gawang.

Bahkan SFC nyaris memperlebar keunggulan menjelang laga berakhir. Made Wirawan terpaksa jatuh bangun memblok peluang Yohanis Nabar dan Beto. Skor 3-0 ini pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang.#fer/zal