Wayang Ajen Pesona Indonesia Geber Kuningan

13

gonewsco_3v28j_6537Kuningan, BP

Wayang Ajen Pesona Indonesia kembali tampil. Kali ini dalam rangkaian peringatan Hari Jadi ke-518 Kabupaten Kuningan di Lapangan Desa Cageur, Kecamatan Darma Kuningan, Sabtu (3/9) malam. Antusiasme masyarakat luar biasa. Ribuan pasang mata menyemut sambil duduk lesehan di area yang sudah disiapkan. Banyak pula yang terpaksa berdiri, atau dari kejauhan duduk-duduk di atas sepeda motor sambil mengikuti alur cerita sang Dalang Ki Wawan Ajen.

Pamor dalang yang sering mementaskan Kementerian Pariwisata yang dipimpin Arief Yahya ini cukup populer. Dia sudah berkeliling ke puluhan negara untuk memperkenalkan wayang golek khas Jawa Barat itu. Dia kombinasikan dengan teknologi multimedia, tata cahaya, tata suara dan tata panggung yang mengesankan. “Dia sosialisasikan Pesona Indonesia, potensi dan kekayaan alam maupun seni budaya,” ujar Sesmenpar, Ukus Kuswara, Minggu (4/9).

Lakon Kesatria Darma Sakti yang dimainkan sarat dengan pesan potensi dan kekayaan alam maupun seni budaya. Kesatria pembela kebenaran, kesatria penerus generasi kreatif, kesatria yang cinta damai hingga kesatria yang melakukan kebajikan, ikut disajikan ke penonton.

Pesan darma sakti, kekuatan seorang insan manusia yang punya karakter baik yang mengabdikan darmanya tanpa pamrih untuk keagungan agama, kejayaan negara, dan keutamaan NKRI serta menuju pradaban dunia, juga ikut ditebarkan,

Hasilnya? Ternyata lebih mengena ke masyarakat. Dengan bahasa yang lebih gaul dan tidak kaku, masyarakat jadi lebih terhibur. Mindsset tradisi budaya yang identik dengan frame pikiran yang kuno dan ketinggalan zaman disulap menjadi sumber inspirasi. Alhasil, semua lapisan masyarakat betah menyaksikan wayang Ajen. Dari mulai Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Esthy Reko

Astuti, Bupati Kuningan Acep Purnama, hingga masyarakat Kuningan, tak ada yang tak terhibur.

Baca:  Jelang TdL 2016, Destinasi Wisata Kuningan Dikebut

Semuanya terlihat happy menyaksikan wayang yang tergolong unik itu. “Jangan lupa, Wayang Ajen sudah go international.Wayang Ajen menjadi nomor satu di India tahun 2010. Wayang Ajen juga diakui UNESCO sebagai warisan budaya dunia. Seni itu kan bagian dari budaya, kebanggaan masyarakat kita, jati diri bangsa. Selain itu bisa juga untuk rekreasi,” ujar Ukus Kuswara.

“Misi kami, adalah meyakinkan Kuningan bahwa sector pariwisata bisa menjadi unggulan dalam membangun daerah yang menuju kesejahteraan masyarakat sebagai cita-cita mulia bangsa dan negara. Pariwisata itu bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pariwisata dapat menambah lapangan pekerjaan dan tenaga kerja yang dapat meningkatkan PAD dan devisa negara,” tutur Ukus.

Ki Dalang Wawan Ajen juga ikut mengamini. Patron cerita Satria Dharma Sakti di panggung Pesona Indonesia, menurutnya penuh dengan sumber inspirasi. Inti ceritanya sarat dengan pesan moral termasuk membahas pariwisata yang bisa menaikkan kesejahteraan masyarakat. “Semua kami munculkan di Wayang Ajen. Itu sebabnya banyak masyarakat yang suka,” kata Wawan.

Dan tak hanya pentas Wayang Ajen yang sukses menghipnotis ribuan masyarakat Kuningan. Pertunjukan pagelaran seni tari yang menampilkan komposisi Kemprang Kemprung Nyi Mojang juga sangat menghibur. Artis pop Sunda seperti Rita Tila dan pelawak Ade Batak serta Jenong Sasagon, juga sukses membuat ribuan penonton sumringah. (*)
[21:45, 6/9/2016] Irwan Ariefyanto: Hidden Beauty Lovina Fest 2016 Bakal Geber Bali Utara

BALI – Kecantikan yang indah alam Lovina siap diperkenalkan kepada masyarakat luas di acara Lovina Festival 2016 Bali “Hidden Beauty Lovina” pada 10-14 September 2016. Perhelatan ini rencananya akan dilaksanakan di beberapa panggung seperti di Pantai Binaria, Undiksha Singaraja dan Pantai Kaliasem.
”Festival Pantai Lovina di Bali merupakan lokasi festival yang akan berlangsung selama tiga hari itu. Kegiatan ini berpusat pada Pantai Kalibukbuk di Bali Utara. Festival ini akan diselenggarakan dan akan dimulai dengan pameran,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali, AA Gede Yuniartha Putra.
Kata pria yang biasa disapa Agung itu, selain pameran ajang Lovina Festival akan juga digelar perhelayan bersih-bersih Sapta Pesona, pameran kuliner. ”Para pengunjung sekaligus juga akan menikmati parade budaya darat dan laut, parade Desa Kalibukbuk, serta pertunjukan musik dari Balawan. Acaranya sangat menarik dan nikmat untuk dikunjungi,” kata pria bertubuh kekar itu.
Kata Agung, upacara pembukaan akan menghadirkan Baleganjur dan Parade Gebogan, serta Gong Kebyar dan Tari Ki Barak Panji Sakti. Selanjutnya akan akan ada Balap Banteng di desa Kaliasem, dan pertunjukan wayang pukul 3 sore sampai pukul 9 malam. Upacara penutupan pada hari Senin akan ditampilkan pertunjukan Kebyar, Megenjekan, dan Gong.
Pelaksanaan Festival Lovina yang digagas Pemerintah serta didukung sejumlah komponen pariwisata di Buleleng sebagai upaya untuk membangkitkan industri pariwisata di Buleleng, khususnya di Lovina sebagai Ikon Pariwisata Bali Utara dengan memanfaatkan potensi-potensi yang dimiliki Buleleng dalam berbagai bidang termasuk memberdayakan warga masyarakat sebagai penyangga Kawasan Lovina. ”Jadi ini juga ikon pantai kami di Bali Utara,” katanya.
Di hari kedua, tepatnya di tanggal 11 September, giliran para pecinta yoga yang difasilitasi kegiatan Yoga Asana Health & Beauty. Selain itu ada juga FGD wisata bahari dari Kementerian Kelautan, pameran kerajinan, pameran kuliner, pertunjukan tari, serta sampi gerubungan. ”Pada hari ketiga, 12 September, pertunjukan seni masih dilanjutkan dengan band anturan kolaborasi, bonangan race dan gong kebyar wanita Kalibukbuk Bondres,” kata pria asli Bali itu.
Agung mengatakan, sedangkan pada 13 September, para pengunjung yang akan datang ke Bali dapat turut berpatisipasi dalam ajang lari fun color run yang diadakan di Pantai Binaria. Sementara itu pada hari terakhir akan dilaksanakan penutupan diikuti dengan Parade Megangsing.
”Pantai Lovina tidak kalah cantik dari pantai-pantai lain di Pulau Dewata. Pasirnya berwarna hitam asli tidak seperti pantai di Bali yang lain. Ombak di bibir pantai pun relatif tenang dan bersahabat sehingga memungkinkan pengunjung untuk berwisata ke tengah laut dengan perahu nelayan. Asik banget pokoknya,” kata Agung berpromosi.
Kata Agung, atraksi yang paling dicari dari Lovina adalah pertunjukan lumba-lumba hidung botol atau Tursiops truncatus. ”Anda dapat menyaksikan hewan pintar tersebut melompat-lompat di lautan lepas bersama kelompoknya. Biasanya mereka muncul pada pagi hari ketika Matahari baru mulai menyingsing,” kata pria yang ramah kepada wartawan itu.
Sekadar informasi, desa Kalibukbuk sendiri terletak di dekat pantai berbentuk teluk sehingga pemandangannya cukup indah. Dahulu desa ini dijadikan pelabuhan sehingga tak mengherankan jika begitu ramai dengan perdagangan dan pertukaran budaya. Laut Lovina pun tak kalah memesona, terdapat bunga-bunga karang indah dan ikan yang bervariasi.
Menpar Arief Yahya menjelaskan, event dan festival yang digelar di Bali Utara itu penting, untuk menaikkan jumlah orang yang mengeksplorasi kawasan utara. “Selama ini yang berkembang pesat di Bali Selatan, maka festival Lovina 2016 ini bisa memperkenalkan potensi pariwisata di Bali Utara. Salam Pesona Indonesia,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.(*)