Ultimate magazine theme for WordPress.

Preman dan Pengangguran Dididik Ala MIliter

IMG-20160902-WA0012Palembang, BP
Kodam II Sriwijaya membuat gebrakan baru dengan mendidik preman dan pengangguran menjadi lebih bermanfaat tidak hanya untuk dirinya tetapi juga untuk masyarakat.
Tidak pernah bisa membayangkan bagaimana bila preman dan pengangguran dikumpulkan dan dididik seperti militer.
Tak hanya itu, mereka juga harus disiplin seperti kehidupan militer dan diawasi langsung anggota militer.
Saat ini, ada 125 preman dan pengangguran binaan Kodim jajaran Kodam II Sriwijaya yang sedang mengikuti pelatihan wawasan kebangsaan dan ketrampilan di lembaga pendidikan Sekolah Calon Bintara (Secaba) Rindam II Sriwijaya Lahat.
    “Mereka diharuskan dan dibiasakan bangun pagi, salat subuh berjamaah bagi yang beragama islam, senam pagi bersama, makan pagi bersama, apel pagi, mengikuti materi pelajari teori maupun praktek yang telah ditentukan, dan seterusnya sampai menjelang tidur kembali,” ujar Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Sudirman didampingi Kapendam II Sriwijaya Kolonel Syaipul Mukti Ginanjar, Selasa (6/9).
    Kegiatan pelatihan bagi para preman dan pengangguran ini dilaksanakan selama sebulan.
Kegiatan ini telah dilaksanakan sejak tanggal 22 Agustus lalu hingga 20 September 2016 mendatang.
    Tujuan bagi para preman dan pengangguran ini pastinya sangat positif tak hanya untuk meningkatkan wawasan kebangsaan guna membangun generasi muda yang disiplin, juga memberikan semangat, kreatif, inovatif, bermartabat dan bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan Negara.
    “Pada satu minggu pertama, para preman dan pengangguran ini dibekali materi tentang Bela Negara, Wawasan Kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, Empat Konsensus Berbangsa dan Bernegara, Bhineka Tunggal Ika, Lambang Negara, Wira Usaha, Hukum, Sejarah Perjuangan, Proxy War, Kepemimpinan, LGBT dan Penyalahgunaan Narkoba,” jelas jenderal bintang dua ini.
    Selanjutnya, selama tiga minggu berikutnya, mereka dibekali dengan keterampilan yang dibagi menjadi emapt kelas.
Para preman dan pengangguran ini bisa memilih kelas mekanik sepeda motor, kelas mekanik mobil, kelas bengkel las listrik dan karbit, dan bengkel cat oven.
    Dalam pelatihan keterampilan yang melibatkan Balai Latihan Kerja Lahat, SMK PGRI Lahatdan Detasemen Peralatan (Denpal 02-12-04) Lahat.
    Keberadaan fasilitas perbengkelan modern, di bawah Paldam II Sriwijaya ini benar-benar dimanfaatkan para preman dan pengangguran untuk belajar ketrampilan bidang perbengkelan semaksimal mungkin.
    Para preman dan pengangguran bila diarahkan, dididik dan dibimbing dengan baik dan benar ternyata memiliki potensi dan semangat yang luar biasa.
    Mereka dapat hidup berdisiplin, bekerja keras, memiliki jiwa korsa dan bertanggungjawab.
    “Harapan kita semua, nantinya mereka mampu menjadi masyarakat yang mandiri, berhasil dan bermanfaat serta menjadi kader bela negara dan mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat yang lain,” katanya.#osk
Baca Juga:  Delapan Preman Dihukum 'Push-Up'
Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...