Sumsel Menyongsong Kemajuan Pariwisata

9

Alex Kuliah umum di poltekparPalembang, BP

Berdirinya Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Palembang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas sumber daya manusia di bidang pariwisata. Hal ini dilakukan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk memenuhi kebutuhan tenaga profesional dalam rangka menyongsong kemajuan pariwisata.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, provinsi ini akan menyongsong berbagai event internasional yang sarat akan pariwisata ke depannya, seperti Asian Games 2018, MotoGP 2018, dan kejuaraan dunia lainnya. Adanya event-event tersebut akan memberikan dampak pertumbuhan industri pariwisata secara masif, mulai dari perhotelan, rumah makan, restoran, biro perjalanan, dan lainnya.

“Para mahasiswa Poltekpar Palembang inilah yang nantinya akan mengisi seluruh pemenuhan SDM yang diperlukan untuk menyongsong event-event itu. Ini adalah salah satu antisipasi pemprov memenuhi kebutuhan tenaga profesional di bidang pariwisata,” tuturnya saat memulai kuliah perdana Poltekpar Palembang di Dining Hall Wisma Atlet Jakabaring Sport City, Jumat (2/9).

Baca:  Alex Berharap Kerja Sama Tetap Terjaga

Alex menegaskan, Pemprov Sumsel akan selalu mendukung dalam pemenuhan fasilitas yang diperlukan untuk menunjang pendidikan seluruh mahasiswa yang pada angkatan pertama ini berjumlah 200 orang.

“Pemprov siap memfasilitasi apa pun. Oleh karena itu, jadikan Poltek Pariwisata Palembang ini salah satu perguruan tinggi pariwisata terbaik di Indonesia. Terus bersaing dengan yang lain di bidang akademik dengan positif,” tukasnya.

Deputi Pengembangan Kelembagaan Kementerian Pariwisata RI Prof Ahmansyah menyatakan, pihaknya mendirikan dua Politeknik Pariwisata sekaligus yakni di Palembang dan Lombok untuk meningkatkan sektor pariwisata Indonesia.

Baca:  Saya Orang Pertama Larang Dodi Kalau Tak Kompeten

Poltekpar Palembang merupakan yang tercepat, bukan hanya di Indonesia bahkan mungkin di dunia dalam hal pembentukannya. Hal ini akan menjadi monumen hidup Alex Noerdin, yang menjadi pelopor Poltekpar Palembang.

Saat ini tugas yang diemban para mahasiswa, ujarnya, untuk menjadi kader pariwisata yang menentukan maju atau tidaknya pariwisata di Sumsel. Ada tiga hal penting yang harus dilakukan mahasiswa, yakni menjaga karakter budaya Sumsel yang menjadi modal mahasiswa setelah lulus, meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, serta melakukan kolaborasi dengan beberapa ahli baik dari dalam maupun luar negeri.

Baca:  Kolaborasi Jazz-Kelentangan Gembirakan Warga di BKB

Sementara itu, Plt Direktur Poltekpar Palembang Irene Camelyn Sinaga berujar, semua kurikulum di Poltekpar Palembang menyesuaikan kurikulum Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung sebagai patokan. Kualitas pengajaran dan tenaga pengajar dosennya minimal harus sama dengan STP Bandung.

“Kami menargetkan tahun ini semua dosen terbang dapat menjadi dosen tetap karena minimal 24 dosen. Minimal 6 dosen per prodi harus ada. Total mahasiswa 196, dari target 208 mahasiswa. Sedangkan pendaftar mencapai 600 orang. Kuota tidak disesuaikan 208 karena kita lebih memilih yang memiliki kualitas daripada harus menyesuaikan dengan target,” jelasnya. #adv