Ultimate magazine theme for WordPress.

Tiga Anggota DPRD Muba Benarkan Ada Uang Komitmen

BP/MARDIANSYAH SAKSI-Tiga saksi memberikan keterang kepada Hakim dalam persidangan lanjutan kasus operasi tangkap tangan KPK terhadap anggota DPRD Musibanyuasin di pengadilan negeri Palembang, Senin (29/8)
BP/MARDIANSYAH
Tiga saksi memberikan keterang kepada hakim dalam persidangan lanjutan kasus operasi tangkap tangan KPK terhadap anggota DPRD Musi Banyuasin di Pengadilan Negeri Palembang, Senin (29/8)

Palembang, BP

Tiga anggota DPRD Kabupaten Muba yang dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Palembang membenarkan adanya rapat pembahasan soal uang komitmen, Senin (29/8).

Ketiganya yakni Yulisman (PAN), Marzuki (Partai Golkar) dan Amir Husain (PKS), dihadirkan sebagai untuk enam mantan ketua fraksi dari DPRD Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).

Yang menjadi terdakwa dalam kasus dugaan suap pengesahan LKPJ kepala daerah 2014 dan RAPBD Muba 2015, yakni Ujang M Amin (PAN), Zaini (Golkar), Parlindungan Harahap (PKB), Dear Fauzul Azim (PKS), Iin Pebrianto (Demokrat) dan Defi Irawan (Nasdem).

Dihadapan majelis hakim yang diketuai Kamaludin membenarkan adanya rapat membahas uang komitmen untuk pengesahan RAPBD 2015 yang diikuti hampir seluruh personel DPRD Muba, termasuk keenam terdakwa.

Baca Juga:  Azhari Gugat Sertifikat Tanah dari Presiden

Serta ketiga saksi juga membenarkan adanya pemberian sejumlah uang. Meski mereka mengaku baru tahu asal dan maksud uang tersebut setelah

operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK RI.

Seperti yang dikatakan saksi Amir Husin, bahwa semua perangkat DPRD Muba saat itu menerima uang yang dibagi-bagikan oleh terpidana Bambang Karyanto. Untuk anggota sebesar Rp50 juta, ketua fraksi Rp75 juta dan unsur pimpinan Rp100 juta.

“Saat itu semua dari kami butuh uang. Saya pribadi tidak bertanya uang itu untuk apa dan dari mana. Saya terima dari sopir Bambang,” ujar Amir.

Baca Juga:  Pimpinan DPRD Minta Keringanan

Hal yang sama juga dikatakan saksi Marzuki, bahwa dirinya menerima uang sebesar Rp50 juta secara langsung dari terdakwa Zaini, selaku ketua fraksi Golkar.

“Saya ditelepon pak Zaini ke ruangan fraksi dan diberikan uang Rp50 juta. Saya terima-terima saja dan saya berikan ke partai,” ucapnya ketika menjawab pertanyaan majelis hakim dalam sidang.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI, Feby Dwiyansodspendy menuturkan masih ada tiga saksi lagi yang akan dipanggil untuk dimintai keterangan dalam persidangan. Salah satu diantaranya adalah sopir terpidana Bambang.

Baca Juga:  Delapan Preman Dihukum 'Push-Up'

“Akan kita upayakan datang. Sudah dilakukan pemanggilan, namun sejauh ini belum ada jawaban,” kata Feby, ketika ditemui usai persidangan.

Seperti diketahui keenam terdakwa dihadapkan ke persidangan dalam kasus yang sama pasca operasi tangkap tangan di kediaman terpidana Bambang Karyanto, pada 19 Juni 2015 lalu.
Dalam kasus suap dengan barang bukti uang tunai sebesar Rp2,56 miliar tersebut juga telah menyeret nama-nama anggota DPRD Muba serta pejabat setempat, termasuk Bupati Muba Pahri Azhari dan istrinya Lucianty ke balik jeruji besi penjara. # ris

Jangan Lewatkan
Komentar Anda
Loading...