Tanaman Jelutung Cocok Untuk Restorasi Gambut

16

3108.01.sambunganfotoo
Para pembicara dalam diskusi terbatas Restorasi Gambut Berbasis Tanaman Lokal di Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Perspektif Baru dan Kemitraan bekerja sama dengan Sarejat Hijau Indonesia (SHI) serta Hutan Kita Institute (HaKI) di Hotel Horison Palembang.

Palembang, BP

Vegetasi tanaman lokal Sumatera Selatan sangat cocok sebagai tanaman restorasi lahan gambut. Sebab tanaman yang demikian mampu bertahan dan berkembang di genangan air.

Di antara vegetasi lokal yang cocok untuk restorasi gambut adalah Jelutung. Sebagai tanaman lokal, tanaman ini cocok dan sesuai dengan alam lahan gambut yang banyak mengandung air.

Peneliti Madya Bidang Silvikultur dari Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan Palembang, Ir Bastoni , Selasa (30/8) dalam diskusi terbatas Restorasi Gambut Berbasis Tanaman Lokal di Sumatera Selatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Perspektif Baru dan Kemitraan bekerjasama dengan Sarejat Hijau Indonesia (SHI) serta Hutan Kita Institute (HaKI) di Hotel Horison Palembang.

Baca:  Sumsel Sangat Serius Tangani Karhutla

“Tanaman yang cocok itu harus memenuhi syarat secara ekologis dan ekonomis dan Jelutung adalah contohnya. Tanaman ini sesuai untuk lahan basah dan getahnya bernilai ekonomis, dalam 6 tahun sudah bisa menghasilkan getah,” katanya.

Selain Jelutung, tanaman lokal yang cocok untuk merestorasi lahan gambut adalah keranji, tembesu, pulai, merbau dan lain-lain.

Dan pihaknya sudah siap dengan vegetasi tanaman lokal. Mereka sudah berhasil membudidayakan sampai pada tingkat pembibitan.

Baca:  Pemadaman Karhutla Di Ogan Ilir Terus Dilakukan

Direktut Wetlands International Indonesia, Nyoman Suryadiputra juga menyampaikan untuk lahan gambut yang sudah terkanalisasi, harus dimanfaatkan dan direstorasi.

Pemanfaatannya yakni bisa menaburkan brpenih ikan sehingga bisa mendapatkan hasil ekonomis dari hal itu.

Selain itu, dari sisi restorasi disetiap kanal perlu penanaman kembali vegetasi yang sesuai dengan alam tersebut, tanaman yang suka air.

“Kanalisasi itu, merusak lahan gambut apapun bentuknya. Tapi ketika sudah terjadi kanalisasi, maka kita perlu merestorasi dan memanfaatkan secara ekonomis,” katanya.

“Dengan apa, taburkan bibit ikan pada kanak-kanal tersebut sehingga kita bisa memanen ikan, itu bentuk pemanfaatannya.

Baca:  Berasap Berarti Ada Dampak Kerusakan Ekosistem Gambut.

Kemudian tanami pinggir kanal dengan tanaman yang cocok dengan lahan basah, apa saja. Sehingga bisa merestorasi lahan tersebut,” katanya

Sedangkan Komandan Satuan Tugas Pengendalian Karhutla, Kolonel Inf Kunto Arief Wibowo mengatakan pihaknya sudah melakukan langkah-langkah terkait karhutla.

Diantaranya penangkapan kepada pelaku pembakaran hingga menyebarkan bios 44 ke wilayah gambut.

“Kami terbantu dengan masih adanya hujan, sangat terbantu sekali serta meningkatkan patroli jadi berburu pembakaran hutan,” katanya.#osk