Widodo Naik Pitam

12

Harusnya Diego Michiels Diusir

160827-gts-tsc-week17-wm-pusamania-borneo-fc-sriwi2Palembang, BP

Sriwijaya FC meradang setelah kemenangan yang sudah di depan mata harus sirna oleh keputusan kontroversial wasit. Alhasil, SFC hanya mengutip hasil imbang 2-2 kontra Pusamania Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Sabtu (27/8) sore.

Laga lanjutan Torabika Soccer Championship 2016 kental dengan kontroversi. Puncaknya saat wasit Muslimin tiba-tiba diganti di babak kedua dengan Iwan Sukoco. Penyebabnya, sang pengadil dianggap membuat keputusan yang merugikan tuan rumah setelah mengartu merah pemain PBFC, Jad Noureddine, sebelum turun minum.

Sejak pergantian wasit itulah, sang pengadil terkesan memihak tuan rumah dan merugikan SFC. Salah satu yang paling disorot adalah pelanggaran keras pemain PBFC, Diego Michels, kepada gelandang SFC, Yu Hyun Koo. Terlihat dalam tayangan ulang, Diego mengangkat kaki terlalu tinggi hingga mengenai kepala pemain asal Korea Selatan itu. Namun, wasit tidak memberi hukuman apa pun.

Pelatih SFC Widodo Cahyono Putro usai pertandingan mengaku sangat kecewa dengan kepemimpinan wasit. “Kompetisi ini muaranya untuk timnas. Di sini harus ada pengajaran. Saya

marah sekali dengan wasit di laga ini. Sepakbola Indonesia akan berbahaya jika hal seperti ini terus dibiarkan,” keluh mantan pemain tim nasional itu.

Baca:  Sabar Menanti Kesempatan Starter

“Apakah karena Diego sudah menerima kartu kuning di babak pertama sehingga didiamkan. Saya mantan pemain, jadi tahu mana yang benar atau salah. Sebagai pelatih, saya pun mengajarkan pemain untuk tidak anarkis di lapangan. Tadi pun saya berpesan agar tidak terpancing emosi di lapangan. Namun saya kesal karena tadi wasit sangat membantu tuan rumah,” lanjut pelatih asal Cilacap ini kesal.

Jika hal ini terus dibiarkan oleh operator kompetisi TSC

2016 dan PSSI, maka dirinya khawatir pemain akan melakukan hal serupa saat membela timnas di kancah internasional. Dan ini jelas sangat berbahaya.

Menurutnya, meskipun sudah disiarkan secara langsung oleh stasiun televisi, namun sang pengadil tetap saja membuat keputusan-keputusan kontroversial yang bisa diperdebatkan.

“Seperti gol terakhir PBFC tadi. Dalam sundut pandang saya, tidak ada pelanggaran yang dilakukan oleh Mauricio. Namun wasit berkata lain. Padahal ini disaksikan oleh seluruh Indonesia,” tambahnya.

Kritik pedas juga disampaikan oleh Yu Hyun Koo. Ia mengibaratkan pertandingan kemarin sebagai arena kungfu saking kerasnya permainan yang diperagakan kubu tuan rumah.

“Saya 6 tahun bermain di Indonesia dan hal seperti ini terus terjadi. Saya bosan karena sangat merugikan banyak pihak. Mungkin itu sebabnya prestasi sepakbola di sini tidak maju-maju karena kualitas wasitnya juga sangat buruk. Kami setiap hari berlatih untuk bermain baik, tapi jika seperti ini maka akan sia-sia saja,” keluhnya.

Baca:  Wildansyah Kembali Merumput

Pelatih PBFC Dragan Djukanovic mengakui ada mafia yang bermain di kompetisi TSC 2016. “Setiap pekan kami harus bermain melawan 14 orang. Sebelas pemain di lapangan dan tiga wasit. Dan mereka harusnya dipenjara karena terus-menerus merampok kemenangan kami seperti laga malam ini,” ungkap pelatih asal Montenegro ini.

Dirinya pun mengaku juga sangat kesal dengan kepemimpinan wasit Muslimin yang memimpin 45 menit babak pertama.

“Dia wasit yang sama saat kami melawan Madura United lalu. Saya kesal sekali karena dalam 32 menit dia mengeluarkan lima kartu kuning untuk pemain kami,” ujarnya.

Laga ini merupakan yang terburuk dalam puluhan tahun kepelatihannya. Federasi harus mengusut hal ini. Dragan membenarkan bila pelanggaran Diego dengan mengangkat kaki terlalu tinggi layak diganjar kartu merah langsung.

“Saya fair terlepas kritik keras tadi. Saya kira Diego pantas mendapat kartu merah karena pelanggaran kerasnya pada Hyun Koo,” tegasnya.

Pesut Etam –sebutan PBFC— unggul terlebih dahulu pada menit ke-15. Jefri Kurniawan sukses mengeksekusi tendangan bebas untuk menaklukkan kiper SFC, Teja Paku Alam.

Baca:  Tuan Rumah Pincang

Menit ke-23, SFC coba mencari gol penyeimbang. Beto melepaskan tembakan dari dalam kotak penalti PBFC. Namun, akurasi sepakannya tidak menemui sasaran.

Di penghujung babak pertama, wasit Muslimin mengeluarkan kartu kuning kedua untuk pemain PBFC, Jad Noureddine. Keputusan ini membuat berang skuat Pesut Etam karena Noureddine dinilai tidak layak mendapat kartu kuning kedua.

Ketika babak pertama berakhir, pelatih PBFC, Dragan Djukanovic dan sejumlah pemain Pesut Etam mengerubungi Muslimin. Mereka protes dengan keputusan Muslimin yang mengeluarkan Noureddine.

Demi menjaga fair play, pengawas pertandingan pun memutuskan untuk mengganti Muslimin dengan Iwan Sukoco di babak kedua. Keputusan mengganti wasit ini memang diperbolehkan dan tercantum di regulasi kompetisi.

Pada awal babak kedua, atau menit ke-49, Hilton Moreira melepaskan umpan diagonal yang berhasil disontek Airlangga Sucipto. Skor kini menjadi imbang 1-1.

Gawang PBFC yang dikawal Dian Agus Prasetyo kembali bobol pada menit ke-67. Sepakan Anis Nabar dari dalam kotak penalti PBFC membuat Sriwijaya unggul 2-1.

Kemenangan Laskar Wong Kito yang sudah di depan mata hilang di masa injury time. Eksekusi tendangan bebas Lerby Eliandry mengoyak gawang Teja Paku Alam. Pertandingan pun berakhir dengan skor imbang 2-2. O zal