Sriwijaya FC Merasa Dikerjai Wasit

15

160819-gts-tsc-week16-wm-bali-united-sriwijaya-fc1Palembang, BP

Kekalahan Sriwijaya FC dari Bali United 0-1 dalam lanjutan Torabika Soccer Championship (TSC) 2016, di Stadion Kapten Wayan I Dipta, Bali, Jumat (19/8) sore, ditangarai karena ulah wasit.

Tadinya laga ini berjalan sengit. Kedua tim saling jual beli serangan. Tapi tontonan menarik ini tercoreng keputusan wasit Bahrul Alum, yang dianggap merugikan Supardi dan kawan-kawan.

Wasit menunjuk titik putih pada menit ke-41. Sang pengadil memvonis Wildansyah melakukan handball di daerah terlarang. Padahal wasit tepat berada di depan Wildansyah, jelas terlihat bila tangan wing bek Laskar Wong Kito itu dalam kondisi pasif.

Posisi tangan kirinya sudah melekat dengan tubuhnya. Mirisnya lagi, bola sama sekali tidak mengenai tangan melainkan bahu. Sontak keputusan wasit menunjuk titik putih langsung berbuah protes keras dari pemain Laskar Wong Kito.

Punggawa SFC tak terima bila wasit menghadiahi penalti buat Bali United. Tapi sang pengadil bergeming. Penalti tetap dijalankan. Fadil Sausu yang menjadi algojo sukses memanfaatkan kesempatan emas itu, sehingga skor berubah 1-0 buat tuan rumah. Skor ini tak berubah sampai pertandingan berakhir.

Kekecewaan mendalam disampaikan winger SFC Hilton Moreira usai pertandingan, pemain asal Brasil ini mengatakan bila dia bersama rekan-rekannya sudah melakukan latihan keras selama satu pekan terakhir untuk melawan Bali United.

Baca:  SFC Butuh Paling Sedikit Rp23 M

“Tapi itu semua sia-sia karena wasit, seharusnya tidak penalti. Bola mengenai bahu Wildansyah, bukan tangan,” tegas Hilton.

Pemain berusia 35 tahun mengaku dirinya bisa menerima kekalahan, asalkan itu melalui pertandingan yang fair.

“Kalau kalah 10-0 asal fair, saya akan terima, tapi pertandingan tadi yang kerja wasit bukan pemain. Kami main dengan sungguh-sungguh, tapi selalu dikerjai wasit. Itu yang sulit diterima. Kami sangat kecewa pada wasit,” kata Hilton kesal.

Hal senada disampaikan Pelatih Kepala SFC Widodo Cahyono Putro. Untuk kedua kalinya, pelatih berusia 45 tahun ini harus mengkritisi kepemimpinan wasit.

“Ini kedua kalinya saya berkata wasit harus dievaluasi setelah pertandingan terakhir dengan Persija,” katanya.

Wasit yang memimpin pertandingan SFC melawan Bali United ini merusak fair play. Ini menjadi preseden buruk dari pertandingan di kompetisi TSC.

Bila hal semacam ini terus tumbuh subur, maka pemain akan menjadi korban. Persiapan yang dilakukan tim menjadi percuma.

“Kasihan pemain yang setiap hari latihan kalau akhirnya dikurangi,” katanya.

Di tengah kekecewaan SFC, Pelatih Bali United Indra Sjafri sumringah menyambut kemenangan anak asuhnya. Maklum, ini jadi kemenangan pertama timnya dalam lima laga terakhir.

Kembalinya pemain yang cedera seperti Syakir Sulaiman dan Sukadana, membuat permainan anak asuhnya meningkat dari sebelumnya. Serangan yang dilakukan anak asuhnya jauh lebih punya power dan berbahaya dari sebelumnya.

Baca:  Awas ‘Free Kick’ Ismed Cs

“Saya mengapresiasi penuh kerja keras pemain dan mereka bisa pulih dari cedera,” ucapnya.

Diakui Indra Sjafri, rekomendasi dokter sebenarnya dua pemain penyerangnya itu tidak boleh bermain, tapi karena kebutuhan tim yang mendesak pemain itu tetap diturunkan.

Tapi sebelum turun, pemain sudah diminta untuk hati-hati dan menghindari kontak tubuh dengan pemain lawan.

“Syukurlah hingga akhir mereka tidak cedera dan bermain sangat baik sekali,” katanya.

 

Sulit Kejar Ketertinggalan

SFC tidak membuang waktu untuk menyerang. Tidak lama setelah kick off, Laskar Wong Kito langsung menekan melalui tembakan yang dilepaskan Ichsan Kurniawan.

Anak asuhan Widodo Cahyono Putro kembali membuka peluang untuk unggul pada menit ke-5, sayang tembakan Beto Goncalves masih bisa ditepis oleh Mochammad Diky.

Tuan rumah baru mendapat peluang pada menit ke-15 melalui Nemanja Vidakovic. Memanfaatkan umpan Hasim Kipuw, penyerang asal Serbia tersebut mencoba membobol gawang Teja Paku Alam.

Namun kiper berusia 22 tahun tersebut berhasil menggagalkan usaha Vidakovic. Lima belas menit kemudian, Beto kembali membahayakan gawang Serdadu Tridatu.

Namun tembakan mantan striker Persipura tersebut masih melebar. Tuan rumah akhirnya mendapat kesempatan untuk unggul saat wasit menunjuk titik putih, setelah Wildansyah dianggap melakukan handball di kotak penalti pada menit ke-41.

Baca:  Hentikan Gonzales dan Samsul!

Fadil Sausu menunaikan tugasnya sebagai eksekutor dengan baik dan membawa Bali United unggul 1-0. Wasit memberikan satu menit waktu tambahan di penghujung babak pertama.

Namun, hingga peluit tanda babak pertama berakhir dibunyikan, anak-anak asuhan Indra Sjafri bisa mempertahankan keunggulan.

Pada babak kedua, tidak ada pergantian yang dilakukan oleh kedua pelatih. Bali United mendapat kesempatan untuk menggandakan kedudukan pada menit ke-53.

Namun penjaga gawang SFC masih bisa mengamankan tendangan bebas yang dilepaskan I Gede Sukadana. Laskar Wong Kito sempat mencetak gol pada menit ke-66 lewat sundulan Ichsan Kurniawan.

Sayang wasit menganulir gol karena gelandang bertahan berusia 20 tahun tersebut berada dalam posisi offside. Setengah jam babak kedua berjalan, SFC kembali memperoleh kesempatan menyeimbangkan kedudukan.

Tapi tendangan bebas yang dilakukan Hilton Moreira masih melebar. Wasit memberikan tambahan waktu sebanyak dua menit di akhir babak kedua.

Namun hingga peluit akhir dibunyikan, Bali United sukses menjaga keunggulan untuk meraih tiga poin. Hasil ini tak berubah kedudukan SFC di klasemen, masih peringkat ketiga dengan 27 poin dan Bali United peringkat ke delapan dengan 21 poin.#zal