Ibu Orok Dalam Termos Menyerahkan Diri ke Polisi

11

IMG_20160817_121022
SW, ibu dari orok bayi dalam termos diperiksa petugas, di Mapolsek SU II Palembang, Rabu (17/8).

Palembang, BP

Seorang mahasiswi di salah satu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Kota Palembang inisial SW (27), yang merupakan ibu dari orok bayi dalam termos yang dibuang di Tempat Pemakamam Umum (TPU) Telaga Swidak Palembang, akhirnya menyerahkan diri ke polisi, Rabu (17/8).

Informasi dihimpun, bayi yang dikandung SW merupakan hasil hubungan gelap pelaku dengan pacarnya yang telah beristri dengan inisial MK. Karena tak tahan menahan malu, pelaku nekat menggugurkan cabang bayi yang dikandungnya.

Menurut keterangan SW, warga Desa Tanjung Karang, Kecamatan Babat Toman, Kabupaten Banyuasin, saat diamankan di Mapolsek Seberang Ulu (SU) II Palembang, sebelum kejadian itu, awalnya ia terjatuh dari tangga kosannya sebanyak dua kali, sehingga mengalami pendarahan.

Dari sanalah, masih dikatakan dia, akhirnya ia dilarikan ke Rumah Sakit Muhammadiyah Palembang pada 12 Juni 2016 lalu guna mendapatkan perawatan intensif. Namun, karena kekurangan biaya, dirinya sempat membuat surat penolakan.

“Kalau tidak salah, biayanya sekitar Rp2 jutaan. Tapi perut saya sakit sekali dan meminta agar mendapatkan perawatan. Tidak lama langsung melahirkan, tapi anak saya itu meninggal dunia, mungkin karena kekurangan bulan,” ujarnya.

Kemudian, sambung dia, dirinya menghubungi Ferry Setiawan agar dapat menguburkan jasad anaknya dengan layak. Ferry itu merupakan kenalan saja dan setuju menguburkan dengan memberi upah sebesar Rp700 ribu.

“Setelah itu saya pulang ke kosan dan pergi ke rumah saudara di pulau Jawa. Tapi, karena tau salah, jadi pulang kesini dan menyerahkan diri,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek SU II Palembang Ipda Suldani membenarkan, jika ibu orok tersebut menyerahkan diri ke pihaknya untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

“Kita terus kejar dia (ibu orok-red), tapi dengan ditemani kuasa hukumnya dia menyerahkan diri ke Polsek SU II Palembang. Saat ini, pelaku masih menjalani pemeriksaan,” ungkap dia.

Menurut dia, WN juga masih dikenakan wajib lapor, karena pihaknya masih mencari bukti-bukti yang kuat dan memeriksa saksi-saksi untuk melakukan penahanan terhadap pelaku yang tercatat sebagai mahasiswi swasta ini.

“Kita masih memeriksa saksi-saksi. Kalau bersalah, dia akan dikenakan Pasal 341 KUHP,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, sosok bayi yang masih merah (Orok) berjenis kelamin perempuan yang ditemukan di dalam termos yang berada di sekitar Tempat Pemakamam Umum (TPU) Telaga Swidak, Kelurahan 14 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, Rabu (15/6) lalu.

Pertama kali ditemukan, kondisi orok yang diperkirakan berusia lima bulan ini ditemukan terbalut kain putih dan terbungkus kantung plastik bening yang di simpan di dalam termos es bewarna biru dengan dikuburkan di samping pagar batu bata dengan kedalaman sekitar 1 meter. #rio