Menkeu: Pendapatan Negara di Bawah Target

8

medium_35sri_mulyani_indrawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani

Jakarta, BP

Menteri Keuangan RI Sri Mulyani menyatakan, pendapatan negara diprediksi hanya Rp 218 triliun dari pajak, termasuk dari pengampunan pajak (tax amnesty). Jumlah itu tentu di bawah target, harus ada penyesuaian di kementerian negara maupun daerah.
“Harus ada berbagai penyesuaian dari perdagangan nasional maupun internasional, impor dan ekspor yang  berpengaruh kepada pendapatan negara. Yang jelas, harus ada pemotongan anggaran APBN 2017 maupun APBD,” ujar Sri Mulyani usai melakukan pertemuan dengan pimpinan MPR RI di Gedung MPR RI, Jakarta, Senin (15/8), untuk membahas perkembangan ekonomi nasional di tengah ekonomi global yang melambat.
 Menurut Sri Mulyani, anggaran yang dipotong hanya bersifat perjalanan dinas sedangkan program prioritas  yang menyangkut hidup hajat orang banyak  tidak ada pemotongan. Seperti pembangunan infrastruktur, pengentasan kemiskinan, kesehatan, dan sosialiasi empat pilar MPR RI. “Sosialisasi empat pilar MPR RI, Pancasila, UUD NRI 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI tetap jalan, karena penting untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Jadi, MPR RI tetap menjalankan fungsinya. Alhamdulillah MPR RI mendukung untuk pengembalian pengelolaan negara dengan baik, yang tetap ambisius tapi proporsional,” papar Sri Mulyani.
Ketua MPR Zulkifli Hasan menyambut baik kedatangan Menkeu Sri Mulyani untuk menjelaskan kondisi perekonomian bangsa dan negara. Dan Zul berharap kondisi ekonomi kita bisa membaik. #duk
Baca:  Sri Mulyani Minta Pengusaha Siap Bersaing