Sisi Kiri SFC Bocor

8

BP/MARDIANSYAH MENARIK-Pemain belakang Arema menarik celana dan baju Hilton pemain Srwijaya FC saat melakukan perebutan bola didalam daerah pertahanan Arema, Minggu (14/8)
BP/MARDIANSYAH
Pemain belakang Arema menarik celana dan baju Hilton pemain Srwijaya FC saat melakukan perebutan bola di dalam daerah pertahanan Arema, Minggu (14/8).

Palembang, BP

Kemenangan Sriwijaya FC atas Arema Cronus di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Minggu (14/8), yang sudah di depan mata harus kandas. Gol penyeimbang Cristian Gonzales menit ke-87 mengubur mimpi Laskar Wong Kito mengamankan tiga poin.

Hilton Moreira pun harus menahan pesta gol semata wayangnya di menit ke-46 karena gol Gonzales itu. Sebenarnya tak ada yang istimewa dari gol predator Arema Cronus itu. Malapetaka datang lantaran sisi kiri lapangan Laskar Wong Kito lowong.

Sebelumnya, posisi ini dijaga Wildansyah. Mantan pemain PBR ini bermain sangat lugas dan apik sepanjang pertandingan. Tapi paruh babak kedua berjalan, Wildansyah tak bisa melanjutkan pertandingan karena kelelahan dan cedera otot.

Pelatih Kepala SFC Widodo Cahyono Putro terpaksa menariknya keluar dan memasukkan tenaga baru. Pilihan jatuh pada Ngurah Nanak yang sebenarnya berposisi senterbek.

“Itu terpaksa dilakukan, karena lawan kita Arema Cronus, tim dengan pengalaman. Nanak diturunkan karena dia pemain berpengalaman,” tegas Widodo usai pertandingan.

Sebetulnya masih ada Zalnando yang biasa beroperasi di posisi tersebut. Namun terlalu riskan untuk diturunkan karena pemain lawan punya pengalaman. Dikhawatirkan malah sisi kiri lapangan semakin mudah ditembus. “Pengalaman akan lebih berbicara dalam partai sebesar ini,” ucapnya.

Terlepas dari hasil yang sebenarnya cukup mengecewakan ini, pelatih berusia 45 tahun tersebut mengapresiasi kerja keras pemain di lapangan hijau. Anak asuhnya sudah bekerja maksimal untuk dapat memenangkan pertandingan, tapi harus diakui pemain lengah di menit akhir.

Baca:  Asri Sangat Bersemangat

Belakangan memang sudah menjadi masalah klasik, SFC kerapkali kebobolan menit akhir. Meski perbaikan sudah dilakukan dalam sesi latihan, tapi anak asuhnya memang masih kecolongan.

“Dalam sepakbola kita harus dituntut untuk berkonsentrasi penuh sepanjang pertandingan, namun sayang kita harus kebobolan lima menit terakhir waktu normal. Ke depan kita akan evaluasi sebelum pertandingan selanjutnya,” ujar Widodo.

Pemain harus bermain konsisten sepanjang pertandingan. Tak cukup hanya tampil menekan di babak pertama saja, tapi juga harus mempertahankan keunggulan sampai pertandingan benar-benar usai. “SFC harus dapat bermain konsisten sepanjang pertandingan,” tegasnya.

Sementara itu, Asisten Pelatih Arema Cronus Joko Susilo mengaku sangat bersyukur dengan raihan satu poin di kandang SFC. Apalagi dalam skuad pemain yang diboyongnya ke Palembang tidak utuh.

Arema Cronus hanya membawa 17 pemain saja ke Palembang. Banyak pemainnya yang harus ditinggal karena sakit, seperti Maitimo, Alfarizi dan Hamka Hamzah. Oleh sebab itulah, hasil imbang 1-1 dari Arema Cronus sudah maksimal dan cukup menguntungkan Laskar Wong Kito.

“Kami sangat berterima kasih dengan Aremania yang datang ke Palembang untuk memberikan dukungan. Kami melakukan beberapa pergantian pemain termasuk Arif Suyono yang memberikan peran lahirnya gol Gonzales,” ucapnya.

Baca:  SFC Ikut Gubernur Kaltim

Jajaran pelatih mengapresiasi kerja punggawa Singo Edan yang tak kenal menyerah sampai pertandingan benar-benar usai. Berkat tekad yang kuat dan tak kenal menyerah itulah, gol Gonzalez tercipta di menit ke-87.

“Ini semua berkat kerja keras pemain di lapangan hijau,” katanya.

 

Tampil Menekan

SFC langsung tampil menyerang sejak babak pertama dimulai. Tim Laskar Wong Kito melancarkan serangan berbahaya ke jantung pertahanan Arema Cronus. Beberapa kali skuad asuhan Widodo Cahyono Putro hampir membobol gawang tim Singo Edan. Namun, Hilton Moreira dan kawan-kawan gagal menciptakan gol ke gawang Arema hingga menit ke-15.

SFC mendapat peluang emas melalui Airlangga Sucipto pada menit ke-17. Sayang, pemain yang berposisi penyerang itu gagal menyambut umpan lambung yang sangat matang dari Yu Hyun Koo.

Terus ditekan, Arema tak diam saja. Anak-anak asuhan Milomir Seslija gantian mengambil alih jalannya laga. Tim Singo Edan memperagakan permainan menyerang.

Esteban Vizcarra hampir mencetak gol pada menit ke-21. Namun, bola hasil tendangan keras kaki kanannya masih melebar di atas mistar gawang SFC yang dikawal Teja Paku Alam.

Selanjutnya SFC berhasil menciptakan gol melalui sundulan Airlangga Sucipto pada menit ke-35. Namun, gol tersebut dianulir wasit, lantaran Airlangga Sucipto sudah terperangkap dalam posisi offside.

Kemudian kedua kesebelasan tak bisa menciptakan gol. Skor imbang tanpa gol menutup jalannya babak pertama. SFC terus memperagakan permainan menyerang, dan beberapa kali membuat kiper Arema, Kurnia Meiga dipaksa bekerja keras agar gawangnya tidak kembali kebobolan.

Baca:  Ajang Pertempuran Trio Brasil 2 Kesebelasan

Sayang, usaha yang dilakukan Kurnia Meiga sirna. SFC berhasil menciptakan gol melalui Hilton Moreira menit ke-46. Bola hasil tendangan spekulasi kaki kanannya tak mampu ditepis oleh Kurnia Meiga, skor 1-0 untuk SFC.

Tertinggal satu gol, Arema langsung melakukan serangan berbahaya. Sayang Cristian Gonzales cs selalu gagal menembus barisan belakang SFC. Gol yang ditunggu Arema akhirnya tercipta pada menit ke-87. Ia berhasil memanfaatkan umpan lambung Benny Wahyudi. Bola hasil sundulannya tak bisa diantisipasi Teja Paku Alam. Skor imbang 1-1.

Setelah itu, kedua tim gagal menciptakan gol kedua. Skor 1-1 menutup jalannya laga SFC kontra Arema.

SFC masih terpaku di posisi ketiga klasemen sementara TCS 2016 dengan torehan 27 poin dari 14 pertandingan. Sementara Arema gagal menggeser posisi Madura United di puncak klasemen sementara TSC 2016. Tim Singo Edan terpaut dua poin dari MU, yang berhasil mengumpulkan 33 poin. #zal