Arifin Kalender Tepis Isu Cari Uang Mundur

15

Palembang, BP

1508.03.01.FerKetua Masyarakat Miskin Kota (MMK) Sumsel Arifin Kalender memastikan akan mengikuti pemilihan kepala daerah (Pilkada) Palembang tahun 2018 melalui jalur independen (non partai).

“Kita terus melakukan sosialisasi dan pengumpulan dukungan KTP sekitar 80 ribu dukungan atau 8 persen dari jumlah mata pilih, “ kata Arifin ketika ditemui di DPRD Sumsel, Minggu (14/8).

Menurut Arifin, kalau tekadnya tersebut didasarkan pada keinginan kaum muda Kota Palembang bersinergi. Pasalnya, selama ini kepala daerah terutama di Palembang masih dikuasai kalangan tua.

“Sudah seharusnya Kota Palembang dipimpin kaum muda dan sudah seharusnya Palembang dipimpin oleh orang Palembang asli,” katanya.

Untuk program yang ditawarkan kepada masyarakat menurut Arifin akan melanjutkan dan sejalan dengan program Pemprov Sumsel. Apalagi dia melihat pembangunan di Palembang kebanyakan program dari Pemprov.

Selain itu, program lain seperti peningkatan pelayanan publik, penambahan jalan baru yang selama ini belum terpikirkan oleh Pemko Palembang untuk mengtasi kemacetan dan melanjutkan program gas untuk Kota Palembang. Program ini sangat menjangkau masyarakat termasuk masyarakat Seberang Ulu yang pembangunannya kerap tertinggal.

“Dan pemanfaatan penambahan lahan kuburan karena lahan kuburan di Kota Palembang saat ini sudah penuh tapi tidak pernah disentuh pemerintah kota, padahal ini penting bagi masyarakat. Kemudian penyediaan lapangan kerja terutama untuk masyarakat kawasan Jakabaring. Contoh kita bangun industri karet dan bisa dikembangkan menjadi pabrik ban atau sepatu di kawasan Jakabaring, sehingga bisa menghasilkan tenaga kerja dari masyarakat Seberang Ulu,” katanya.

Untuk dukungan massa menurut Arifin, kebanyakan dari Seberang Ulu (SU) I, Seberang Ulu (SU) II, Kertapati, dan Ilir Barat (IB) I. Sebagai WNI, dia memiliki hak untuk memilih dan dipilih. Ia sadar betul bukan orang partai, sehingga memilih jalur independen.

“Modal saya kepercayaan masyarakat. Sementara saya bergerak sendiri, untuk pasangan biarlah waktu nanti menentukan orang yang satu visi dengan saya untuk pembangunan Palembang,” katanya.

Soal anggapan tentang pencalonannya hanya sekadar ikut meramaikan dan bahkan hanya menginginkan ‘uang mundur’, semua langsung ditampik Arifin.

“Terserah kalau ada orang berfikiran seperti itu, mau meramaikan atau menerima uang mundur, itu kan hanya bagian dari cara mereka saja. Tapi saya maju ini optimis untuk menang, karena kapan lagi seorang calon walikota dari kalangan miskin,” kata Arifin.