Noviadi Mawardi Tetap Akan Disidang

15

BP/MARDIANSYAH DIKAWAL-Ovi mantan Bupati Ogan Ilir (baju merah)  yang tersangkut kasus narkoba dikawal pengacara, petugas Kejaksaan Negeri Palembang dan petugas BNN bersenjata lengkap akan memasuki ruang BAP untuk melakukan pelimpahan kasus dari BNN Pusat, Selasa (9/8).
BP/MARDIANSYAH
Novadi Mawardi, mantan Bupati Ogan Ilir yang tersangkut kasus narkoba dikawal pengacara, petugas Kejaksaan Negeri Palembang, dan petugas BNN bersenjata lengkap memasuki ruang BAP untuk melakukan pelimpahan kasus dari BNN Pusat, Selasa (9/8).

Palembang, BP

Meski tak dilakukan penahanan baik di tingkat penyidik maupun kejaksaan, mantan Bupati Ogan Ilir Ahmad Wazir Noviadi alias Ofi tetap akan diadili di Pengadilan Negeri Palembang. Ini setelah berkas kasus dugaan penyalahgunaan narkotika yang melibatkan Noviadi bersama dua tersangka lainnya, yakni Faisal Roche dan Murdani, dinyatakan lengkap.

Rombongan anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) RI dan Kejaksaan Agung RI memboyong ketiganya ke Palembang untuk melanjutkan proses hukum, Selasa (9/8).

Putra Mawardi Yahya yang juga Bupati Ogan Ilir periode 2005-2010 dan 2010-2015 ini diterbangkan menggunakan pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan 7053 dari Jakarta ke Palembang.

Lalu ketiganya dibawa ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Palembang menggunakan minibus untuk dilakukan pelimpahan tersangka dan barang bukti, sebelum dibawa ke Rumah Sakit Ernaldi Bahar untuk melanjutkan proses rehabilitasi.

Saat tiba di Kantor Kejari Palembang di Jalan Gubernur H Bastari, Jakabaring, Ofi dan dua tersangka lain yang sebelumnya menjalani rehabilitasi di Panti Rehabilitasi di Lido, Bogor ini langsung menuju Ruang Tahap Dua Tindak Pidana Umum.

“Saya sehat dan sebagai warga negara kalau memang ada proses hukum siap saya jalani,” ucap Noviadi, yang mengenakan switer merah ketika akan memasuki Kantor Kejari Palembang.

Koordinator Jaksa Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung RI Jaja Subagja didampingi Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sumsel Yusron dan Kepala Kejaksaan Negeri Palembang Rustam Gaus mengatakan, sesuai rekomendasi BNN, tersangka kembali melanjutkan rehabilitasi.

“Setelah berkas dinyatakan P21 (lengkap), penyidik berkewajiban mengirimkan tersangka dan barang bukti. Tadi sudah kita periksa dan tersangka tidak menyulitkan dalam pemeriksaan,” ujar Jaja, di Kantor Kejari Palembang.

Rustam Gaus melanjutkan, karena tersangka masih dalam tahap rehab, maka sesuai rekomendasi penyidik dari BNN kembali dilakukan proses rehabilitasi.

“Rekomendasi BNN dilakukan rehab inap di sini (Palembang-red) dan proses sidang tetap akan berlanjut. Untuk masa rehab tergantung keputusan putusan pengadilan nanti,” imbuhnya.

Sedangkan untuk proses dan mekanisme rehabilitasi pihak kejaksaan sendiri masih belum tahu. Namun secepatnya perkara ini akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Palembang.

“Secepatnya, mudah-mudahan dalam minggu-minggu ini berkas perkara kita limpahkan. Tapi untuk rehabnya tidak tahu sampai kapan. Putusannya bagaimana, kita tentukan nanti,” tandasnya.

Dalam kasus ini, perbuatan ketiga tersangka dijerat Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Seperti diberitakan sebelumnya, Noviadi ditangkap tim BNN Pusat dan BNNP Sumsel dalam penggerebekan di rumah pribadinya di Jalan Musyawarah, RT26/5, Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus, Palembang, pada 13 Maret.

Dalam penggerebekan tersebut, petugas mengamankan sedikitnya 18 orang yang ada di rumah ke BNNP Sumsel dan dari hasil tes lima diantaranya termasuk Noviadi dinyatakan positif menggunakan narkotika. #ris