12 Siswa SD Keracunan Minuman Kemasan

19

IMG_20160806_00102232Lubuklinggau, BP

Sebanyak 12 siswa kelas IV SD Negeri 53 diduga mengalami keracunan serbuk minuman botol jenis jeli bentuk stik yang dijual di kantin sekolah, siang ini, Sabtu (6/8). Para siswa tersebut mendadak mual dan muntah setelah mencicipi minuman beraneka ragam rasa, seperti strobery, nanas, dan apel usai jam pelajaran olahraga.

Para siswa itu, antara lain, Andini, Delfi, Zila Oktari, Nabila, Elma, Rabil Idris, Mahesa, Fitri, Aisyah Ramadha, M Tri Gading, Fikri Romadhon, dan Abi Darda. Mereka langsung dilarikan ke Rumah Sakit dr Sobirin Musirawas di Jalan Garuda Kota Lubuklinggau oleh pihak sekolah untuk mendapatkan pertolongan medis. Setelah mendapat perawatan sekitar 1 jam dan diberi obat, mereka diizinkan pulang oleh pihak dokter.

Baca:  Usai Makan Nasi Kotak, Puluhan Kader Perindo Diduga Keracunan

Informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, dugaan keracunan minuman ini bermula saat salah satu murid membeli dari penjual makanan dan minuman di kantin sekolah seharga Rp1.000. Setelah dicicipi, serbuk tersebut terasa pahit dan langsung menimbulkan efek mual dan muntah-muntah.

Kemudian diikuti 11 murid lainnya yang penasaran juga ikut mencicipi serbuk tersebut, sontak ke-11 murid ini langsung mual dan muntah-muntah dan sakit perut. “Awalnya satu murid yang mencicipi dan dia merasakan pahit dan langsung mual dan muntah-muntah, kemudian yang namanya anak-anak penasaran, akhirnya 11 temannya juga mencicipi, dan ke-11 nya langsung mual dan muntah juga,” ungkap Lendri Alfikar, guru olahraga, kepada wartawan.

Baca:  Satu Keluarga Keracunan Asap Genset, Satu Meninggal Dunia

Dikatakannya, minuman serbuk ini tidak ada merek di kemasannya dan tidak begitu tenar, kemudian di kemasan juga tidak jelas tanggal expired-nya. “Kami menyelamatkan murid kami dulu, pas tahu ada yang mual dan muntah-muntah berbarengan kami langsung bawa ke rumah sakit, dan alhamdulillah tidak ada yang sampai menginap di rumah sakit,ke-12 murid juga sudah diizinkan pulang,” katanya.

Salah seorang wali murid, Ahmad Fahrozi (40), kepada wartawan mengaku, sangat cemas mendapat informasi anaknya dilarikan kerumah sakit karena keracunan makanan di sekolah. “Kalau cerita anak saya, awalnya temannya yang beli, dan mencicipinya, dan spontan langsung mual dan muntah, nah teman-temannya yang lain penasaran langsung ikut mencicipi juga, akhirnya mual dan muntah-muntah juga,” jelasnya.

Baca:  Polisi Ungkap Keracunan di Aromantai

Sedangkan,pihak YLKI Lubuklinggau yang juga ikut mendampingi korban dirumah sakit berjanji akan menindaklanjuti temuan ini dengan memanggil pihak distributor.”Reaksinya kayak sianida saja, begitu minuman langsung muntah-muntah langsung spontan, mereka saat jam istrihat jajan dikantin beli satu botol kecil, dan semua korban mencicipi semua karena penasaran rasanya pahit,”ungkap bagian hukum YLKI Lubuklinggau, Fauzi Ariyanto kepada wartawan.

Fauzi meminta agar pihak distributor segera menarik minuman tersebut dari peredarannya, agar tidak menimbulkan korban lain yang lebih parah. Setelah kejadian itu, pejual kantin dan pengecer atau pemilik toko Jhon dimintai keterangan di Mapolres Lubuklinggau. #kur