Dampak Tax Amnesty Terasa 3 Bulan Lagi

10

pajakPalembang, BP

Pemerintah sedang gencar melakukan sosialisasi program pengampunan pajak (tax amnesty). Langkah ini diyakini pengusaha properti di Sumatera Selatan (Sumsel) akan berdampak positif. Beberapa kalangan menganggap, tax amnesty bisa jadi angin segar bagi industri perumahan.

Ketua DPD Real Estate Indonesia (REI) Sumsel Harriadi Benggawan mengatakan, dampak tax amnesty terhadap sektor properti baru bisa dirasakan paling cepat dua hingga 3 bulan ke depan. “Kalau impact terhadap properti nanti lihat dulu bagaimana sosialisasinya. Kalau sukses, baru nanti ada impactnya,” kata Harriadi, kemarin.

Dia mengatakan, jika ada pengampunan dan uangnya cukup, orang pasti lakukan investasi, instrumen bisa properti. Kendati demikian, pihaknya tetap mendukung langkah pemerintah yang berencana membawa simpanan dana dari luar negeri.

Baca:  Bayar PKB Cukup Bawa KTP dan STNK Asli

Menurutnya, hal tersebut baik untuk pertumbuhan ekonomi, nilai tukar rupiah dan nilai investasi, dengan meningkatnya minat investasi ke sektor properti, tentu akan dapat mendongkrak penjualan rumah dikemudian hari, khususnya untuk rumah komersil. “Sejak tahun lalu, rata-rata pengembang tidak ada yang menaikkan harga rumah komersil,” katanya.

Dengan rendahnya daya beli masyarakat belakangan tahun terakhir, pengembang kini hanya berupaya agar rumah yang dibangun dapat terjual. “Alih-alih menaikkan harga, yang ada saat ini banyak yang memberikan diskon besar-besaran,” katanya.

Sementara untuk harga rumah MBR sendiri, menurutnya, tidak terlalu berpengaruh. Hal tersebut karena ketentuan sudah diatur oleh pemerintah. “Kalau rumah subsidi ini rata-rata kenaikan per tahun sekitar 5-6 persen,” katanya, seperti halnya jika di tahun 2016 ini harga rumah bersubsidi di angka Rp116 juta, maka di tahun 2017 hanya sekitar Rp123 juta.

Baca:  Target Pajak Sumsel Hingga Juli 2017 Terealisasi Rp1,55 Triliun

Di sisi lain, realisasi serapan rumah di Sumsel baru mencapai 4.200 unit atau baru 35 persen dari target yang dipatok REI sebanyak 12.000 unit hingga akhir tahun. “Kendalanya karena daya beli masyarakat yang rendah. Harapan kami paling tidak 8.000 unit rumah untuk MBR bisa terjual hingga akhir tahun,” katanya.

Ketua DPP Apersi Eddy Ganefo mengatakan, optimistis rencana pemberlakuan kebijakan tax amnesty atau pengampunan pajak mampu meningkatkan bisnis properti melalui penyaluran dana repatriasi ke sektor itu di daerah.“Melalui kebijakan itu, repatriasi atau pemulangan dana-dana yang selama ini terparkir di luar negeri secara positif akan memberikan capital inflow termasuk ke sektor properti,” kata dia.

Baca:  Dewan Nilai Pajak Retribusi Kebersihan Belum Maksimal

Bisnis properti, menurut dia, merupakan salah satu wahana investasi yang paling banyak digunakan oleh kalangan investor. Dengan suntikan dana dari pemerintah melalui dana repatriasi, ia optimistis akan menggairahkan para investor untuk tetap menanamkan modalnya di sektor itu.
Meski optimistis mendongkrak bisnis properti, ia memperkirakan persentase awal dana repatriasi yang akan di salurkan untuk investasi properti di daerah belum banyak. “Efektifnya mungkin baru akan terlihat pada semester pertama tahun depan,” katanya.#ren