Kelalaian Manusia Faktor Tingginya Angka Kecelakaan Lalu Lintas Di Sumsel

12

20160802_093140-514x330
Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo saat membuka seminar Lalu Lintas Tahun 2016 dengan tema ‘penegakan hukum di era digitalisasi untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dalam berlalulintas’ di gedung Pasca Sarjana Unsri, Selasa (2/8).

Palembang, BP

Salah satu penyebab masih tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Sumsel adalah faktor kelalaian manusia (Human error) seperti kurang disiplin, kecepatan tinggi, mabuk ketika berkendara dan ugal – ugalan dijalan.
Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo saat membuka seminar Lalu Lintas Tahun 2016 dengan tema “Penegakkan hukum di era digitalisasi untuk menjamin keselamatan pengguna jalan dalam berlalu lintas” digedung Pasca Sarjana Unsri Selasa (2/8) yang dihadiri oleh ratusan peserta dari berbagai unsur.
“Dari data satu tahun terakhir tahun 2015 dan sampai dengan bulan Juni 2016 ada 10816 pelanggaran, 2370 kasus kecelakaan dengan korban meninggal dunia 1115 jiwa dan 1214 jiwa luka berat serta 2255 jiwa luka ringan,” katanya.
Untuk menekan angka kecelakaan, lanjut Jenderal Bintang dua ini sangat diperlukan suatu sistem yang berbasis teknologi digitalisasi seperti Intelligent Traffic System (ITS). Penerapan teknologi ini dapat digunakan pada Electronic Traffic Law Enforcement.
“Penegakkan hukum terhadap pelanggaran lalu lintas oleh Polri berbasis Electronic Traffic Law Enforcement ini sudah mempunyai dasar hukum yang kuat yaitu UU No 11 Tahun 2008,” katanya.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumsel Kombes Pol Tomex Kurniawan menambahkan dengan adanya teknologi digitalisasi pelaksanaan penegakkan hukum oleh Polri terhadap pelanggaran lalu lintas sangat perlu dilakukan.
“Salah instrumen pendukung yang sangat diperlukan salah satunya penggunaan IT untuk memberikan kepastian dan legalitas bagi pengguna jalan,” katanya. #osk
Baca:  Ditengah Rintik Hujan, Tidak Meyurutkan Niat Polda Sumsel Untuk Saling Berbagi