SFC Lanjutkan Trend Positif

20

08 01 -- Barito Putra vs Sriwijaya FC copyPalembang, BP

Pekan ke-13 Torabika Soccer Championship (TSC) A akan mempertemukan Sriwijaya FC melawan Barito Putra di Stadion 17 Mei, Banjarmasin, Senin (1/8). Laskar Wong Kito kembali akan melanjutkan tren positif setelah menekuk Perseru Serui 1-0, di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang, Rabu (27/7).

Sementara itu, pada laga ini tim tuan rumah Barito Putra ingin keluar dari trend buruk selama ini. Sebaliknya SFC baru mulai kembali ke trend positif dan ingin melanjutkannya.

Tim tuan rumah sebenarnya sudah meningkat kewaspadaannya karena lawannya tim dengan materi pemain andal. Apalagi Laskar Wong Kito ini sedang berusaha mengembalikan peringkat mereka di klasemen yang tergeser oleh kehadiran Bhayangkara Surabaya United.

“Lawan Barito, kita memang kehilangan dua pemain, Hilton Moreira cedera hamstring dan Fachrudin akumulasi, tapi kita tetap optimis mencuri poin, karena kita punya 23 pemain,” ucap Pelatih Kepala SFC Widodo Cahyono Putro, Minggu (31/7).

Pertahanan Laskar Wong Kito takkan keropos karena menepinya Fachrudin, karena di posisi itu ada Ngurah Nanak. Begitupun untuk posisi Hilton ada Anis Nabar atau TA Musafri.

Baca:  Geser PSMS dari Puncak Klasemen Grup A, SFC ke Perempatfinal

Kehilangan dua pemain tak lantas membuat permainan goyah ataupun semangat pemain menurun. Anak asuhnya telah dengan motivasi yang besar mencuri poin dari Barito Putra.

Supardi dan kawan-kawan akan tetap memainkan sepakbola menyerang. Bila ada kesempatan tentu punggawa SFC akan mencetak gol. Pantang bagi anak asuhnya memainkan sepakbola total bertahan.

SFC akan tetap bermain seperti biasanya, ada keseimbangan antara bertahan dan menyerang. Pemain pun sudah menjalani latihan keras untuk transisi bertahan ke menyerang ataupun sebaliknya.

Kendati demikian, lawan kali ini diakui Widodo terbilang cukup berat. Meski Barito menghuni peringkat ke-12 klasemen, tapi untuk urusan permainan di lapangan hijau tim besutan Mundari Karya ini tidak kalah dengan tim papan atas. Barito Putra punya pemain yang harus dikawal ketat seperti Luis Junior, Alis, Ibrahim Conteh, Paolo Sitanggang, Dedy Hartono Striker, Luis Junior dan Agi Pratama.

Luis Junior dkk ini usai menahan imbang pemuncak klasemen sementara Arema Cronus di Malang saat laga terakhirnya. Itu membuktikan bila tim ini punya level permainan yang sama dengan Singo Edan.

Tak hanya itu, hasil itu membuat Luis Junior dan kawan-kawan semakin percaya diri melawan kompetitornya.

Baca:  Yu Hyun Koo Gabung SFC

“Barito punya penguasaan bola yang baik dan skema serangan cepat yang berbahaya, dua hal tersebut harus kami waspadai,” ungkapnya.

Selain itu, WCP pun memuji skuad Laskar Antasari sebagai salah satu tim terbaik di TSC 2016 karena berani memainkan banyak pemain muda saat pertandingan.

“Coach Mundari adalah salah satu senior saya, kami memberikan apresiasi tinggi karena Barito berani memainkan pemain muda dan memunculkan bakat-bakat yang pastinya akan sangat penting dalam proses pembinaan serta regenerasi untuk timnas nantinya,” pujinya.

Senterbek Laskar Wong Kito Ngurah Nanak menambahkan, dia sangat siap menggantikan peran dari Fachrudin. Dia akan menjalankan instruksi pelatih dan semaksimal mungkin bermain kompak dengan rekan duetnya Mauricio Leal.

Baca:  Tak Dapat Tiket Pesawat, Latihan Ditunda

“Saya akan bermain disiplin dan akan berusaha menghentikan pemain lawan,” katanya.

Pemain berada dalam kondisi siap tempur, meski Barito punya semangat besar karena tampil di depan pendukungnya, dia bersama rekan-rekannya pun tak mau kalah.

Pemain SFC juga punya motivasi yang besar dan misi mencuri poin dari Barito. Pemain akan berusaha mengemban misi itu.

Sementara itu, Pelatih Barito Putera Mundari Karya, juga melontarkan pujian terhadap skuad SFC yang dianggapnya banyak memiliki pemain berpengalaman.

“Sebelum pertandingan melawan SFC ini, saya sudah diperingatkan agar tidak menjadi Madura United kedua. Jika dalam top performa terbaiknya, SFC akan sangat berbahaya,” ujar Mundari.

Menurutnya, selain bermain kompak seperti saat melawan Arema Cronus lalu, dirinya juga menginginkan anak anasuhnya juga percaya diri saat turun ke lapangan. “Tim lawan diisi oleh pemain pengalaman, tentu pemain muda kami tidak boleh nervous atau apapun, mereka harus percaya diri penuh apalagi akan didukung suporter sendiri,” tambahnya. #zal