Pemilu 2019, PPP Targetkan 3 Besar

11

Pastikan Tidak Ada Dualisme

Pemilu 2019, PPP Targetkan 3 Besar
Ketua umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy bersama undangan usai pembukaan Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW PPP Sumatera Selatan di Hotel Aston Palembang, Senin (25/7)

Palembang, BP

Ketua umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy usai membuka Musyawarah Wilayah (Muswil) VIII DPW PPP Sumatera Selatan di Hotel Aston, Palembang, Senin (25/7), mengatakan, dalam organisasi sudah ada tata aturan dan tatakelola.

“Kalau yang bersangkutan berada di luar garis tata kelola organisasi ya dia bukan PPP, karena bagi kami seluruh komponen PPP sudah tidak ada dualisme di mata pemerintah, rekan-rekan politik, masyarakat. Hanya ada satu PPP, kalau masih tinggal satu atau dua orang saja kok masih mempertahankan pandangannya. Saya tidak pernah berhenti mengajak mereka bergabung tapi kalau tidak bisa ya seperti saya katakan. Itu jumlahnya hanya 0,0001 persen dari komponen PPP yang ada,” katanya. Hingga saat ini, masih adanya kader PPP termasuk di Sumsel yang tidak menerima kepengurusan PPP yang dia pimpin.

Dia menilai, mereka tidak aktif lagi di PPP dan mereka tidak berkeringat untuk memperjuangkan PPP dan hari ini mengacau PPP, baginya ini suatu pemberontakan dan hukumnya tegas.

“Mereka tidak akan duduk lagi dalam kepengurusan mana pun, sebagai kader silakan tapi mereka tidak duduk dalam kepengurusan karena partai politik itu dalam kepemimpinan yang saya jalani sekarang tidak akan memberhentikan kader-kader dalam keanggotaannya tapi karena sebagai pengurus karena itu panutan , pemimpin maka harus kader-kader yang teruji,” katanya.

            Dia menegaskan tidak pernah mengubah asas PPP dan semakin membuktikan mereka membangun kebohongan dan pihaknya tidak mau berkompromi dengan kebohongan karena kami berdiri di atas kebenaran. “Saya sudah berbicara dengan orang yang selalu berbicara bohong, saya bisa membuktikan mereka berbohong sampai ke pemimpin puncaknya dan itu seribu kali bohong,” katanya.

Untuk target tiga besar dalam Pemilu, dia mengatakan pihaknya sudah melakukan konsolidasi dan saat ini Muswil PPP sampai Juli dan Agustus. “Bulan 9, 10, dan II kita gelar Muscab dan itu kita lakukan di tingkat kepengurusan kabupaten/kota yang baru, jadi track-nya jelas. Tahun 2016 ini tahunnya konsolidasi dalam bentuk organisasi dan tahun 2017 itu tahun kaderisasi, tahun 2018 tahun seleksi dan tahun 2019 tahun kompetisi dengan pola pengorganisasian seperti itu PPP menjadi tiga besar,” katanya.

Selain itu, pihaknya merekrut wajah baru antara lain mantan Gubernur Jendral TNI, mantan Gubernur Jendral Akabari itu menunjukkan PPP diminati para kalangan.

“Kita tahu Taufiqurahman Ruki yang merupakan pimpinan KPK yang integritasnya tidak lagi kita ragukan bergabung dengan PPP, kita tahu para professional, mantan-mantan Dirut BUMN bergabung dengan PPP, itu menunjukkan PPP yang hadir hari ini adalah PPP memiliki semangat pembaharuan dan memiliki wajah yang menarik sehingga mereka bergabung,” katanya.

Dan menurutnya, dari kacamata politik PPP pihaknya memperkuat organisasi partai dengan konsolidasi organisasi dan dari kacamata modal sosial pihaknya memperkuat dengan masuknya tokoh baru dan kacamata financial ini yang terus didorong dengan mengekonomikan seluruh komponen partai politik yang ada di PPP.

“Kita partai politik yang akan melakukan distribusi ekonomi kerakyatan paling di depan dibandingkan parpol lain, itu yang akan dilihat mungkin belum akan sekarang tapi nanti satu dua tahun ke depan,” katanya. #osk