Studi Penerangan Jalan

16

Hemat Energi 70 Persen

Contoh-Lampu-tenaga-surya-Solar-CellPalembang, BP

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan mulai merancang studi kelayakan atau feasibility studi (FS) sistem penerangan jalan hemat energi, smart city, kendaraan hidrogen, dan fasilitas terapung.

Kepala Badan Promosi dan Perizinan Penanaman Modal Daerah Provinsi Sumsel Ir Ruslan Bahri mengatakan, penyusunan FS tersebut ditargetkan selesai dalam waktu dua bulan. Draft FS yang diprioritaskan disusun yakni sistem penerangan jalan hemat energi. Pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang dalam menyusun FS tersebut.

Ruslan menjelaskan, sistem penerangan jalan hemat energi berbasis hidrogen ini akan menghemat energi 60-70 persen dari sistem kelistrikan penerangan jalan yang diterapkan saat ini di Kota Palembang. Sistem penerangan yang hemat energi sangat diperlukan karena menjelang hajatan Asian Games 2018, jalanan Palembang di malam hari harus lebih terang daripada saat ini.

Baca:  DPJPP Siapkan 4.000 Lampu Terangi Jalan dan Pemukiman Warga

“Biaya untuk penerangan jalan di Palembang saat ini per tahunnya mencapai Rp6 miliar. Bila sistem ini diterapkan, kita bisa menghemat hingga Rp4,2 miliar. Penghematan ini bukan untuk pengiritan. Uang yang dihemat itu akan dialihkan ke ruas jalan kota lainnya yang masih gelap, jadi kota lebih terang,” ujarnya.

Penyususan FS disesuaikan dengan teknologi hidrogen yang dibawa oleh Pemerintah Norwegia melalui IMS Ecubes, sehingga bukan jenis lampunya saja yang hemat energi. Namun juga konsep sistem secara keseluruhan yang mendukung itu.

Baca:  Tambah Mobil Crane Untuk Perbaikan Lampu Jalan

Dikatakan, sudah ada dua investor yang tertarik dalam proyek ini, yakni Sharp dan Phillips. Keduanya menawarkan penerapan teknologi dari beberapa perusahaan Eropa yang mereka gandeng masing-masing.

“Para investor menganggap Sumsel merupakan partner provinsi yang paling kuat di Indonesia, jadi mereka bersaing bekerja sama dengan Sumsel. Nanti penerangan (teknologi-red) kedua perusahaan tersebut dicoba di Griya Agung dan Kambang Iwak. Akan kami pilih yang paling efisien,” ujarnya.

Baca:  Lampu Jalan Dicabut Selama Pembangunan LRT

Sementara untuk fasilitas terapung dan smart city, pihaknya juga bekerja sama dengan Pemko untuk pembahasan FS karena ada beberapa kebijakan yang harus dibuat oleh Pemko. Fasilitas terapung tersebut nantinya akan menjadi penyalur energi hidrogen ke sistem penerangan jalan dan stasiun isi ulang kendaraan berbahan bakar hidrogen.

“Untuk FS mobil hidrogen ini dikaji bersama Universitas Sriwijaya. Unsri punya tenaga ahli yang sangat mengerti tentang konversi energi menjadi tenaga hidrogen. Setiap tim FS ini terus berkoordinasi agar penyusunannya selaras,” kata Ruslan.#idz