Home / Headline / Pernapasan Bocah Obesitas Rizki Sudah Stabil

Pernapasan Bocah Obesitas Rizki Sudah Stabil

Rizki obesitas 3Palembang, BP

Meski sudah berangsur-angsur membaik dan kondisi kian stabil, Rizki Rahmat Ramadhan (11), bocah obesitas asal Palembang terus dipantau kondisi kesehatannya. Tim dokter RSMH Palembang selama 24 jam mengamati perkembangan bocah ini di ruang ICU.

Sebelumnya, akibat dari kekurangan asupan oksigen ke otak, Rizki sempat tak sadarakan diri pada Jumat lalu. Faktor dari adanya tumpukan lemak di bagian pernapasan, ditenggarai menjadi penyebab utama penurunan kesadaran. Namun untuk sekarang, proses pernapasan Rizki sudah terbilang lebih baik dan stabil. Usai menggunakan alat bantu pernapasan dari mesin ventilator, keadaan sang bocah semakin membaik.

“Dari pemeriksaan tadi, kondisinya makin membaik. Untuk pernapasan memang tetap dibantu mesin ventilator, namun ini akan secara perlahan kita gantikan. Disesuaikan dengan indikator yang ada dan kondisi tubuhnya,” terang dr Julius Azhar SpA (K) selaku tim dokter yang ikut menangani Rizki, Minggu (24/7).

Dikatakan, kemampuan bernapas Rizki sekarang sudah sangat maju, di mana hampir 50 persen kerja dari paru paru sudah bisa normal. Sisanya tetap disuplai dari alat mesin ventilator. Akan tetapi, pihaknya menargetkan penggunaan mesin bantu pernapasan akan bisa dilepas nantinya.

“Mungkin besok sudah bisa dilepas, dan kita gantikan dengan alat Siped. Berbeda dengan Mesin Ventilator, kerja alat ini terbilang lebih otomatis, di mana asupan suplai oksigen akan disesuaikan dengan kebutuhan karena bersifat responsif sekali,” katanya.

Selain memperhatikan permasalahan pernapasan, tim dokter dikatakan Dr Julius tengah mengantisipasi permasalahan penyakit penyerta lainnya, yang sudah muncul pada tubuh bocah obesitas ini. Pasalnya, dari hasil pemeriksaan pada tubuhnya, tim dokter menemukan ada hipertensi (tekanan darah tinggi).

“Ada hipertensi, namun cepat kita atasi dan obati. Kemarin kita cek tekanan darahnya mencapai 170 per 100 yang melebihi normal. Seharusnya tekanan darah berkisar di bawah 120. Inilah yang sering terjadi pada kasus kegemukan,” tuturnya.

Ke depan, pihaknya tengah menyiapkan beberapa pilihan yang akan diberikan kepada Rizki. Ada dua poin penting yang diutamakan, yakni pemberian asupan nutrisi hingga pelatihan fisik.

Dr Julius mengatakan, saat kondisinya sudah normal dan membaik, maka pemberian kegiatan fisik dengan berolahraga dapat dilakukan. Misalnya dengan melakukan treadmill ataupun berenang. Tentunya asupan makanan dan jumlah kalori lemak yang dibakar harus seimbang, sehingga proses penurunan berat badan bisa cepat. “Target 1 sampai 2 kg berat badannya bisa menurun bila dilakukan secara tepat,” ucapnya.

Tak hanya itu, pemberian edukasi kepada orangtua menjadi tugas yang penting. Pasalnya dengan adanya kerja sama antara keluarga dan dokter, akan mempercepat pemulihan kondisi Rizki dan sangat berdampak baik pada penurunan berat badannya.

“Kita sudah arahkan orangtuanya, serta menanamkan prinsip bila gemuk itu tidak sehat. Apabila nanti sudah kembali ke rumah, tetap bisa menjalankan pola hidup sehat yang sudah diberikan,” tukasnya.

Edi Hartono, ayah Rizki, bersyukur dengan perkembangan kesehatan anaknya yang mulai membaik. Diharapkan setelah kondisi benar-benar sehat, program diet yang akan dijalani bisa dilakukan dengan baik. Sehingga kondisi berat badannya bisa menurun. “Sudah mulai membaik, yang jelas semua kami percayakan kepada tim dokter. Sehingga anak saya segera sehat dan berat badan bisa menurun,” harapnya. # sug

x

Jangan Lewatkan

KPK Imbau Cakada di 4 Wilayah Jujur Melaporkan Dana Kampanye, Termasuk Sumsel

Palangkaraya,BP  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengimbau para pasangan calon kepala daerah (cakada) di empat wilayah Provinsi ...