Home / Headline / Rizki, Bocah Obesitas, Koma

Rizki, Bocah Obesitas, Koma

IMG_20160722_173210

Ruang ICU di Rumah Sakit dr Mohammad Hoesin, tempat Rizki Rahmat Ramadhan dirawat, Jumat (22/7).

Palembang, BP

Rizki Rahmat Ramadhan (11), pasien kelebihan berat badan (obesitas) yang dirawat di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) dr Mohammad Hoesin Palembang secara tiba-tiba tak sadarkan diri, Jumat (22/7) orangtuanya sempat menduga ia hanya tertidur.

Sontak kehebohan terjadi tiba-tiba di tengah perayaan Hari Anak di ruang aula Instalasi Anak Rumah Sakit Muhammad Husein (RSMH) Palembang. Sumber kehebohan berasal dari Rizki. Anak bungsu dari tujuh bersaudara itu mengalami koma.

Para dokter langsung melarikan Rizkidari Pavliun Musi Elok ke ruang Intensive Care Unit (ICU). Tangisan keluarga pecah saat anak kelas 6 SD ini dibawa ke ruang ICU. Isak tangis terdengar jelas di depan ruang ICU.

“Tadi pagi itu (Kemarin-red) minta mandi, terus minta duduk. Saya bilang jangan, terus dia (Rizki-red) tidur,” ujar Edi Hartono, ayah Rizki, Jumat (22/7).

Biasanya, sambung dia, putranya itu tidur tengkurap, tapi tadi dalam keadaan telentang. Dirinya mengira tidur. Baru dua jam kemudian sempat curiga dengan kondisi putranya, karena biasanya ketika tidur mengigau. Ternyata, putranya itu tak sadarkan diri. “Sekitar jam 10 dibawa ke ICU,” tambahnya.

Artinya, jika dari pukul 08.00 hingga pukul 18.00, pasien mengalami tak sadarkan diri selama lebih dari 10 jam. Dikabarkan mulut Rizki sempat mengeluarkan darah dari tenggorokan yang dipasang selang oksigen saat dicabut.

“Yang jelas semua kami percayakan kepada tim dokter. Kami ingin yang terbaik agar Rizki segera siuman dan sembuh,” harapnya.

Selama di ruang ICU, anggota keluarga Rizki tampak berlalu lalang sambil menangis. Hingga sore hari keluarga Rizki masih menunggu kabar terbaru dari penanganan intensif yang dilakukan tim dokter di ruang ICU.

Menurut Dr Julius Azhar, Sp A (K) spesialis anak dan gizi yang merupakan salah satu tim Dokter Penanggung Jawab (DPJB) pasien Rizki, kondisi bocah berbobot 119 kg sudah stabil karena dibantu oleh mesin ventilator. Meski begitu, Rizki masih belum sadar.

“Yang jelas, oksigen sudah disuplai ke otak dan paru-paru dibantu juga memompa melalui mesin ventilator. Nanti perlahan pasien akan bangun. Tim ICU juga sudah menggunakan Glasgow Coma Scale (GSC) untuk menilai tingkat kesadarannya,” kata Yulius.

Sebelum masuk ke ICU, Rizki gelisah sehingga langsung diperiksa dokter. Terlihat ada penurunan kesadaran dan langsung dibawa ke ICU. Tabung oksigen 4 liter yang menyuplai oksigen ke tubuh bocah obesitas ternyata tidak bisa membantu paru-paru memompa jalannya suplai oksigen.

“Sejak masuk beberapa hari lalu, saya sudah melihat kondisi pasien belum stabil. Jadi tidak boleh dilepas dari pantauan,” kata Julius.

Sebelumnya Julius mengatakan bahwa kondisi Rizki berada di tataran lampu merah hingga mengancam jiwa. Komplikasi terdekat adalah sesak napas, karena gumpalan lemak yang terjadi mempersempit rongga pernapasan.

Kemudian disinyalir mampu berefek samping pada paru-paru. Meskipun berat, tim dokter akan berjuang keras untuk menyelamatkan jiwanya. “Berat memang, karena kondisi sudah parah. Jujur saya katakan saya lebih baik menangani kasus gizi buruk dari pada satu pasien obesitas,” pungkasnya. #sug

 

x

Jangan Lewatkan

Buat Onar Antoni Berurusan Dengan Polisi

Palembang, BP Buat keonaran di rumahnya, Antoni, warga Lorong Talang Kemang, Kelurahan Sentosa, Kecamatan Seberang Ulu (SU) II Palembang, harus ...