Bela Negara dari Ancaman, Jaga Sumsel Tetap Kondusif

19

peserta bela negara1Palembang, BP
Sikap bela negara yang sering digaungkan seiring dengan sikap nasionalisme, bukan hanya berbicara tentang menjaga kedaulatan Indonesia dari invasi negara lain. Menjaga kondusivitas lingkungan di dalam negeri dari ancaman yang juga datang dari diri sendiri pun tak kalah penting.

Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengatakan, kader bela negara selain mampu menyebarluaskan nilai-nilai juga mendukung apa yang menjadi tujuan nasional tentang bela negara dengan mengubah cara pandang, pikiran, sikap, dan perilaku melalui internalisasi nilai-nilai esensial revolusi sampai dengan lembaga negara.

“Kader bela negara harus mampu menyebarluaskan ke seluruh orang tentang nilai-nilai bela negara. Perwujudan penanaman bela negara perlu dimulai sejak dini untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air,” ujarnya saat Pembentukan Kader Pembina Bela Negara se-Sumsel di Dinning Hall Jakabaring Sport City Palembang, Kamis (21/7).

Selain itu, pembentukan kader pembina bela negara diharapkan dapat melahirkan kader-kader yang memiliki kemampuan menyebarluaskan nilai-nilai bela negara, serta terbentuknya warga negara yang memiliki kecintaan dan kemampuan awal bela negara.

Baca:  Bela Negara Bukan Militerisme

Menurutnya, peran dan profesi setiap warga negara merupakan soft power yang akan memberikan keseganan bagi negara lain yang ingin mengganggu kedaulatan negara. Hal ini tidak hanya dilakukan oleh militer, tapi harus disinergikan dengan kekuatan seluruh warga negara dalam wujud bela negara.

“Bentuk ancaman kompleks dan multidimensional yaitu ancaman militer belum nyata, ancaman nonmiliter sudah nyata seperti terorisme, separatisme, bencana alam, pelanggaran batas wilayah, wabah penyakit, narkoba dan perang cyber,” terangnya.

Ia berharap seluruh kader bela negara di Sumsel mampu menyebarluaskan nilai-nilai yang terkandung dalam tujuan bela negara, yang merupakan implementasi konkret dari program revolusi mental.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, pembelaan negara perlu difasilitasi pemerintah dalam mewujudkannya, mengingat bela negara merupakan kehormatan bagi setiap warga negara untuk melaksanakan dengan penuh kesadaran, tanggung jawab, dan rela berkorban dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.

Menurut Alex, dalam mengimplementasikan hak-hak warga terhadap pembelaan negara, pemerintah menyelenggarakan pembentukan kader bela negara yang memiliki sikap dan perilaku cinta tanah air serta mempunyai kemampuan awal bela negara baik psikis maupun fisik.

Baca:  Bela Negara Bukan Militerisme

“Membangun rasa bangga di masyarakat akan memunculkan rasa cinta bangsa, seperti halnya masyarakat Sumsel bangga menjadi warga Sumsel yang merupakan salah satu provinsi termaju di Indonesia,” ungkap Alex.

Dirinya mengharapkan seluruh bupati/walikota di Sumsel harus memberikan contoh yang baik terhadap masyarakat dan mencanangkan gerakan bela negara di daerah masing-masing serta bersama-sama  membenahi dan meningkatkan stabilitas keamanan. Menurutnya, situasi keamanan yang kondusif harus terus ditingkatkan agar terciptanya kenyamanan seluruh masyarakat.

“Bupati/Wali kota harus selalu menjaga daerahnya masing-masing, jangan terlalu sering meninggalkan wilayahnya. Mari bersama membenahi cara pandang dan perilaku masyarakat agar tidak mudah terjerumus dan tidak terprovokasi dengan hal-hal yang merugikan masyarakat itu sendiri terutama para pemuda. Apa lagi di jaman sekarang terkadang ada hal kecil yang bisa mengubah pola pikir masyarakat kearah yang negatif,” ujarnya.

Baca:  Bela Negara Bukan Militerisme

Menurutnya, dalam hal keagamaan juga terkadang menjadi hal yang mengkhawatirkan. Maka dari itu pondok-pondok pesanteren itu sendiri harus benar-benar mempunyai standarisasi dan mempunyai sertifikat dari pemerintah yang sah.

Alex menambahkan, melalui kader bela negara diharapkan akan terbentuk masyarakat yang peduli nilai-nilai bela negara dan terwujudnya kemampuan kewaspadaan nasional, ketanggapdaruratan dan mewujudkan sistem pertahanan negara yang baik.

Menurutnya, sikap bela negara bisa dilakukan dalam berbagai bentuk seperti mencegah peredaran dan penggunaan narkoba, mencegah masuknya paham anarkisme dan radikalisme, menjaga etika berpolitik, menjaga kelestarian lingkungan, serta berpartisipasi dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Kesadaran bela negara harus ditanamkan dengan berbagai upaya sejak dini. Oleh karena itu, saya mengajak untuk sadar nilai-nilai bela negara harus dimulai dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan mulai dari lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan lingkungan pekerjaan, sehingga menjadi kesadaran bersama,” kata Alex. #adv