Tari Tradisional Sumsel Layak Mendunia

9

Festival Sriwijaya XXIV Dibuka

Festival Sriwijaya OKPalembang, BP

Pembukaan Festival Sriwijaya XXIV telah diselenggarakan di Benteng Kuto Besak, Senin (18/7) malam. Berbagai sajian kesenian hasil budaya Sumatera Selatan dipertunjukkan kepada ribuan masyarakat yang memadati BKB.

Gelaran dibuka oleh paduan suara yang menyanyikan lagu tradisional khas Sumsel. Dilanjutkan dengan Tari Gending Sriwijaya dan Tari Kolosal bertema Taman Kesejahteraan Rakyat dan Lilin Shiwa. Lebih dari seratus orang penari memukau pengunjung dengan gerakan yang dinamis. Ritme alat musik tabuh yang menderu membawa atmosfer BKB menjadi ‘panas’ selama lebih kurang 15 menit.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin mengatakan, Tari Gending Sriwijaya dan tari kolosal tersebut bisa ditampilkan dan dapat memukau di depan masyarakat dunia. Dengan pemasaran dan promotor yang tepat, Opera House di Sidney dan New York Times Square dapat menjadi tempat yang tepat untuk mengenalkan kesenian khas Sumsel ini.

 

“Mereka latihan sangat keras dengan fasilitas yang seadanya, namun ratusan orang bisa kompak dan hasilnya begitu bagus. Ini membuktikan bahwa kalau kita mau, kita bisa. Sumsel tidak kalah dengan daerah lain. Sumsel bukan terkenal dengan pembangunan infrastrukturnya saja, tapi juga akar budayanya sejak Kerajaan Sriwijaya,” tuturnya saat memberikan sambutan.

Baca:  Terima Dana Talangan dari HZ, Sriwijaya FC Lunasi Sisa Tunggakan Gaji Pemain

 

Dirinya mengajak seluruh masyarakat dan semua unsur untuk mencoba mengembalikan kejayaan Kerajaan Sriwijaya melalui Asian Games. Dirinya pun berpesan kepada 17 walikota/bupati untuk sama-sama membangun Sumsel. Alex pun menjanjikan reward terhadap bupati/walikota yang hadir karena menunjukkan kepeduliannya terhadap kebudayaan lokal.

 

“Mari hargai kebudayaan sendiri. Begitu sulit membangun pariwisata. Tapi alhamdulillah berkatkerja keras, Sungai Musi ditetapkan sebagai prioritas pariwisata nasional. Mari bangun mulai tahun ini. Semoga turis yang datang akan mengagumi Sungai Musi, menyukai enaknya kuliner, dan penampilan budayanyas,” tambahnya.

 

Drama musikal Taman Srikesra oleh Teater Bingkai dan penampilan bintang tamu spesial Keith Martin pun menghangatkan suasana. Keith Martin tampil membawakan lagu andalannya Because Of You dan berduet bersama Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menyanyikan lagu What A Wonderfull World.

 

Sementara itu, Deputi bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata RI Esthi Rekho Astuti berujar, portofolio pariwisata nusantara dibagi menjadi tiga bagian. Sebesar 50 persen yakni pariwisata budaya, 30 persen wisata alam, dan 20 persen wisata buatan. Sumsel merupakan satu dari sedikit provinsi yang bisa menghadirkan ketiga potensi wisata tersebut.

Baca:  Palembang Banyak Potensi Cagar Budaya Tinggalan Masa Sriwijaya

 

“Sumsel kaya akan kebudayaan sejak Kerajaan Sriwijaya, Kesultanan Palembang Darussalam dan seterusnya. Itu sangat bisa dimanfaatkan sejauh ini. Alam Sumsel pun sangat indah. Ada gunung, danau, dan yang menjadi andalan Sungai Musi pun bisa dikembangkan lebih jauh lagi,” tuturnya.

 

Dirinya menyampaikan apresiasi kepada gubernur yang pandai memasarkan budaya. Karena potensi wisata buatan di Sumsel pun sangat bagus. Sumsel memanfaatkan keberadaan Jakabaring Sport City untuk menggelar even sport tourism dan MICE.

 

“Asian Games dan even lainnya dapat dimanfaatkan sekali untuk meningkatkan kunjungan wisatawan terutama wisatawan asing. Saya harap produk wisata ini mesti dikembangkan dengan sentuhan kreatifitas dan modernitas,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga mengatakan, ada banyak permainan rakyat dan hiburan seperti photowall, ular tangga, dinner area, landmark, community stage, community tent, festival kuliner dan kapal hias dari 17 kabupaten/kota se-Sumsel.

 

Sementara pada pelaksanaan di hari kedua dan seterusnya akan ada beragam kegiatan yang digelar. Diantaranya seminar nasional, pameran, kuliner tradisional, parade budaya, lomba teaterikal cerita rakyat, lomba tari kreasi daerah, lomba lagu pop daerah, serta lomba blog dan instagram.

Baca:  “Kota Palembang Perlu Merekonstruksi Situs Sriwijaya Melalui Taman Miniatur Kerajaan Sriwijaya”

 

“Festival kuliner yang bakal diadakan ada dua macam, festival kuliner darat dan air. Ini upaya kami mengingatkan serta mengenalkan masyarakat yang dulunya Palembang dikenal dengan kapal terapung dan pasar terapung,” jelasnya.

 

Lebih lanjut Irene menjelaskan, Festival Sriwijaya memiliki konsep mengenang masa-masa pada Kerajaan Sriwijaya. Selain itu juga sebagai upaya mengenalkan Prasasti Talang Tuo yang menjadi kebudayaan khas Sumatra Selatan.

 

Pihaknya berkomitmen menjadikan fasilitas promosi wisata daerah Sumsel kedepannya akan semakin menarik wisatawan berkunjung. Disamping itu, upaya pelestarian kebudayaan khas daerah pun terus dilakukan.

 

Dirinya mengaku optimistis digelarnya even ini akan semakin banyak wisatawan yang berkunjung dan semakin mengenal Sumsel. “Ini akan menjadi momen yang tepat, jadi budaya kita lebih tereksplor. Bukan hanya wisatawan domestik, kita yakin wisatawan mancanegara juga akan datang,” ujarnya. #adv