Dewan Minta Kepsek Pungli PSB Dipidana

14

305596_02455519072016_PUNGLIPalembang, BP

Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Selatan mengusulkan penerapan sanksi pidana bagi oknum guru dan kepala sekolah yang terlibat praktik pemungutan liar (pungli) di sekolah.

Diakuinya, isu pungli pada proses penerimaan siswa baru (PSB) beberapa waktu lalu bukan hal baru di dunia pendidikan.

“Jadi permasalahan pungli dari sekolah kepada calon siswa memang sudah berlangsung lama, bukan rahasia lagi. Masih ada sekolah memungut nilai tertentu pada siswa baru. Padahal secara regulasi, sekolah tidak boleh mengambil pungutan di luar sistem, yang ditentukan aturan atau edaran Menteri Pendidikan,” kata Wakil Ketua Komisi V RA Anita Noeringhati, Selasa (19/7).

Baca:  Masih Ada Sekolah Jual LKS

Menurutnya, praktik pungli masih terjadi lantaran tidak ada sanksi tegas. Meskipun sudah ada edaran dan aturan dari Kementerian Pendidikan yang melarang sekolah memungut iuran kepada siswa baru.

“Kami dari Komisi V sudah mengusulkan pungli di luar SPP, itu ditindak tegas. Kalau perlu ada sanksi pidananya,” ujar Anita.

Politisi Golkar ini melanjutkan, kepsek mempunyai tanggung jawab dan kewenangan bilamana terjadi praktik pungli di sekolah. Dengan begitu jika ada masyarakat yang dirugikan akibat praktik pungli, kepsek dapat disanksi indisplin kepegawaian.

Baca:  Masih Ada Sekolah Jual LKS

Dikatakan, sekolah itu tanggung jawabnya kepala sekolah. Jika calon siswa atau orangtua siswa dirugikan, maka bisa melapor ke Dinas Pendidikan setempat. “Kalau ada masyarakat yang dirugikan, lapor ke Dinas Pendidikan, agar disanksi Aparatur Sipil Negara (ASN) itu,” katanya.

Terkait penerimaan siswa baru, ia meminta adanya transparansi. Dengan demikian jika ada masyarakat ataupun pejabat yang anaknya tidak diterima, bisa legowo. “Harusnya hasil tes juga diumumkan secepatnya, agar siswa bisa mengecek nilai tesnya,” katanya.

Baca:  Masih Ada Sekolah Jual LKS

Karena itu, ujarnya, PSB harus dilakukan secara online dan hasilnya langsung diumumkan agar semua siswa tahu diterima atau tidak saat itu juga. #osk