Enam Pengusaha Ayam Potong Sumsel Gulung Tikar

36

pedagang-ayam_20160530_235932Palembang, BP

Pengusaha pastikan stok untuk Sumatera Selatan maupun Kota Palembang aman dan harga tidak mengalami lonjakan signifikan.

Tahun 2016 ini, Asosiasi Masyarakat Perunggasan (AMP) Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat sudah ada enam perusahaan penghasil ayam potong di Sumsel kolep alias gulung tikar kerena tidak sanggup membiayai usahanya. Tercatat hingga saat ini tinggal 10 perusahaan lagi yang masih aktif menghasilkan daging ayam.

Ketua AMP Sumsel Ismidi mengatakan, tahun 2014 ada 19 perusahaan yang masih bertahan, lalu tahun 2015 ada empat perusahaan yang tumbang dan menyisakan 16 perusahaan. Sedangkan untuk tahun ini, tercatat hingga saat ini tinggal 10 perusahaan yang aktif memproduksi ayam potong.

“Saat ini yang terdata di AMP hanya 10 perusahaan, untuk kapasitas produksi dikisaran 900-100 ribu ekor per hari untuk Kota Palembang dan Sumsel 160-170 ribu ekor per hari,” kata Ismaidi kepada BeritaPagi, Senin (18/7).

April lalu, Ismaidi mengatakan harga ayam potong anjlok hingga Rp11.000 per kg, dari harga normal mencapai Rp19.000 per kg. Akibatnya, perusahaan yang tidak sanggup membiayai usahanya terpaksa gulung tikar dan tidak lagi memproduksi ayam potong.

Terkait ketersediaan stok, Ismaidi mengatakan 10 perusahaan ini masih bisa menampung permintaan baik selama Ramadhan maupun menjelang Lebaran. Perusahaan sudah jauh-jauh hari mempersiapkan lonjakan permintaan jelang lebaran. Demand dari masyarakat saat ini pun dijelaskan tidak terlalu berlebihan dan tidak juga kekurangan.

“Untuk distribusi ke penjual dari kandang saat ini masih normal, tidak ada lonjakan permintaan, pengusaha sudah melakukan antisipasi sejek sebelum lebaran, tinggal nanti pengusaha mempersiapkan permintaan jelang Lebaran Haji,” katanya.

Ismaidi menuturkan, untuk harga jual dari kandang saat ini masih mencapai Rp23.000 per kg, harga ini masih bertahan sejak sepekan sebelum lebaran. Harga tersebut tidak mengalami lonjakan yang signifikan dibanding saat sebelum Ramadahan yang berada dikisaran Rp19.000 hingga Rp20.000 per kg.

“Untuk harga di pasaran kami harap tidak terlalu tinggi, karena penjual di pasar ini punya kandang untuk rekondisi. Memang ada biaya operasional yang harus dikeluarkan, namun seharusnya tidak terlampau tinggi,” kata Ismaidi.

Pantauan di lapangan, saat ini harga daging ayam masih Rp38.000 hingga Rp40.000 per kg. Harga tersebut terbilang masih tinggi dan tidak sesuai dengan harga dari kandang yang belum mengalami kenaikan ataupun penurunan kapasitas distribusi. #ren