Dua ‘Traffic Light’ Dipasang

11

Atasi Kemacetan di Jalan Merdeka

BP/MARDIANSYAH ANTRIAN KENDARAAN-Pasca ditutupnya jalan Benteng Kuto Besak Palembang membuat antrian kendaraan yang menumpuk dijalan Merdeka saat akan memanfaatkan rekayasa jalan yang dibuat oleh Dinas Perhubungan Kota Palembang, Kamis (14/7)
BP/MARDIANSYAH
Pasca ditutupnya jalan Benteng Kuto Besak Palembang, antrean kendaraan menumpuk di jalan Merdeka, Kamis (14/7).

Palembang, BP

Hari ketiga pengalihan arus lalulintas dari kawasan Benteng Kuto Besak (BKB), Dinas Perhubungan Kota Palembang memasang dua traffic light dari arah Kantor Walikota dan dari Jembatan Ampera, Kamis (14/7). Meski demikian, masih saja kendaraan menerobos arus lalulintas sehingga menghasilkan kemacetan.

Pemasangan traffic light untuk menghambat laju kendaraan dari arah Seberang Ulu menuju Jalan Merdeka. Namun tak sedikit pengguna kendaraan roda dua dan empat yang nekat menerobos di simpang Kantor Pos.

Bahkan seorang petugas Dishub yang memegang megaphone (toa) terus berteriak agar pengendara tertib mematuhi rambu lalulintas. Namun tetap tak ampuh untuk memberhentikan laju kendaraan.

Selain itu, arus lalulintas yang padat di Jalan Merdeka sampai depan Lapas Wanita mengalami penumpukan kendaraan hingga tiga lapis. Penyebabnya karena kendaraan berebut untuk melintasi satu jalur menuju jalan Dr AK Gani (simpang kantor pos).

Alhasil kendaraan yang akan menuju Jalan Faqih Jalaludin atau Masjid Agung harus tertahan oleh kendaraan yang mengantre di depan Lapas.

               Kasat Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kota Palembang Tatang Duka Direja mengatakan, setelah penertiban kawasan BKB kini kawasan BKB sudah bebas dari pedagang. “Alhamdulilah, perlahan-lahan pedagangnya ngerti, BKB akan direstrukturisasi dan dibagusin, biasalah pedagang seolah-olah menutup mata pencaharian mereka, kita tidak begitu,” katanya, Kamis (14/7).

Untuk pedagang BKB dipersilakan berjualan tempat lain dan tidak boleh di BKB lagi. ”Dari situ akan dievaluasi Walikota, mungkin ada penampungan bagi mereka, rencananya akan ditaruh di Pasar 16 Ilir,” katanya.

Dia menegaskan kalau kawasan BKB rencananya akan ditutup selamanya untuk kendaraan dan pedagang. ”Di BKB itu hanya untuk pejalan kaki, Jadi anak kecil bisa berlari-lari di BKB. Selama ini enggak bisa. Premannya saya tunggu enggak datang juga di BKB,” katanya.

Soal kemacetan yang terjadi di Jalan Merdeka akibat penutupan BKB, menurutnya, depan kantor Besar Palembang jalannya dicodet. “ Itu ada marka jalan tuh depan Kantor Pos, itu belah oleh Dishub dicodet, jadi mobil dari Merdeka bisa muter depan Kantor Pos, sama seperti lama hanya diputar balik. Bagi yang tadinya bisa lewat di Jalan Bari (samping kantor Walikota Palembang), sekarang terus lewat kantor Walikota masuk sedikit berlawanan arah depan Kantor Pos langsung belok kanan dari samping Kantor Pos, berjalan ke arah kantor Dispora. Dari Dispora belok kanan langsung ke bawah Jembatan Ampera no problem itu, katanya para sopir angkot mau unjuk rasa saya tunggu-tunggu enggak ada,” katanya.

Dan semalam sudah dipasang traffic light depan Kantor Pos tersebut sehingga arus lalu lintas lancar. “Kalau mau ke BKB, orang yang datang dari Jalan Merdeka masuk Jalan Bari samping kantor Walikota Palembang. Parkirnya samping Kesdam II Sriwijaya, sedang yang datang dari Jalan Jenderal Sudirman mereka parkir di parkir meteran di bawah Jembatan Ampera,” katanya. #osk