Home / Headline / Tuntut Lahan Plasma Warga Bailangu Macetkan Jalinteng

Tuntut Lahan Plasma Warga Bailangu Macetkan Jalinteng

foto(1).Sekayu, BP
Warga Desa Bailangu Kecamatan Sekayu mendatangi kantor kepala desa yang berada di pinggir jalan lintas tengah (Jalinteng). Kedatangan warga tersebut dilatari aksi menuntut hak lahan plasma bagi warga miskin. Menurut pendemo, tuntutan sesuai dengan rapat beberapa waktu lalu, bukan dijadikan lahan plasma desa oleh kades.

Berdasarkan pantauan, aksi tersebut dilakukan, Kamis (30/6) sekitar pukul 09.30, di mana puluhan warga mendatangi kantor kades menggunakan mobil bak terbuka, dan roda dua untuk meminta kades mencabut perkataannya karena mengubah plasma yang telah disekapati oleh PT Inti Agro Makmur seluas 680 hektar menjadi plasma desa. Warga membaha sejumlah spanduk yang bertuliskan “Plasma Milik Rakyat Bukan Hak Kades”, bahkan warga juga sempat membakar dua ban bekas ditengah Jalinteng sehingga membuat kemacetan cukup panjang. Pihak kepolisian, juga mengawal aksi tersebut dengan menurunkan mobil baracuda serta puluhan personil anti huru-hara.

Satoto Waliun selaku orasi menyampaikan, pihak kades tidak berhak mengubah plasma yang telah disepakati untuk diserahkan kewarga kurang mampu. Sebab pada rapat 29 Januari lalu. Sudah disepakati akan diserahkan untuk 340 kepala keluarga (KK) kurang mampu, namun kenyataannya realiasi tersebut tidak dilakukan oleh pemerintah desa.

“Itu lahan untuk warga kurang mampu, jangan dijadikan lahan plasma desa. Sebab sudah disetujui pada rapat Januari lalu,” kata Toto yang akrab disapa, didepan puluhan warga Bailangu.

Makanya, dengan aksi ini, meminta kades mematuhi serta merealisasikan segera keputusan rapat tersebut. Sebab, 58 KK dari Desa Bailangu Timur telah disetujui oleh kades. Bagaimana, dengan hak warga Bailangu Induk ini yang belum disetujui kades.

“Kami akan menyegel kantor kades dan menurunkan jabatan kades Bailangu Induk, kalau memang kesepakatan pada rapat tidak dipatuhi,” cetusnya.

Tamto (45) salah satu warga penerima menambahkan, sudah beberapa kali kami memintah hak, tapi hingga saat ini belum direalisasikan, bahkan pihak kades seperti menghambat hak-hak yang telah disepakati serta disetujui pihak PT IAM.

“Yang jelas, warga meminta haknya, itu bukan hak kades. Jangan dijadikan lahan plasma itu untuk plasma desa, kami itu butuh makan dan dari plasma itulah menghidupi keluarga,” pungkasnya. #arf