KONI Siapkan Rp10 Miliar Untuk ‘Fresh Money’ One Gold, One Apartement

14

IMG-20160530-WA018-660x330
Nasrun Umar bersama atlet

Palembang, BP

Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumsel tak main-main dalam meralisasikan mimpi 10 besar pada pesta olahraga PON XIX September 2016 mendatang. Tak ayal, selain program one gold one apartement bagi atlet peraih emas, juga disediakan fresh money dengan total Rp10 miliar.

Hal tersebut dilakukan untuk membangkitkan semangat atlet Sumsel dalam memboyong medali saat tampil pada multi event empat tahunan tersebut. Sehingga target yang dbidik bisa tercapai.

“Satu apartemen itu untuk medali emas, juga dapat fresh money. Kalau untuk fresh money itu berlaku juga untuk perak dan perunggu. Dan kita sudah siapkan anggaran Rp10 miliar untuk fresh money nya saja,” ujar Ketua Harian KONI Sumsel Nasrun Umar, Senin (27/6).

Mengenai berapa pembagian porsi fresh money atau uang pembinaan tersebut, pria yang juga Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Sumsel menyatakan masih dalam proses perhitungan kembali baik porsi emas, perak, perunggu maupun nomor individu juga kelompok.

Disiinggung mengenai target medali, Nasrun menyebutkan berdasarkan data atlet pelatda dengan total 228 atlet dengan 29 cabang olahraga diharapkan kontingen Sumsel bisa menyumbang minimal 20 medali emas.

“Kalau bicara medali emas, minimal 20 emas. Nah sebenarnya bukan hanya emas tapi target posisi 10 besar itu yang diharapkan,” tegasnya.

Sebut saja cabang olahraga anggar yang ia pimpin dengan membidik 10 persen dari total emas yang diharapkan seluruh cabang olahraga untuk kontingen Sumsel. Untuk mencapai itu, anggar akan direncanakan untuk menjalani training camp di Korea sebelum turun di PON Jawa Barat.

“Kalau anggar memang minimal dua emas, untuk TC kebanyakan habis lebaran dan akan dirapatkan dulu ke pengurus cabor termasuk anggar,” jelasnya.

Sementara itu, Wira salah satu atlet Pelatda Sumsel mengaku senang dengan reward yang akan diberikan bagi pemegang medali. Pasalnya, itu senagai dorongan bagi para atlet untuk tampil semaksimal mungkin.

“Senang dan tambah semangat, tapi jika nanti pemegang emas KONI cepat merealisasikan. Jangan sampai lama, berikan reward itu sebelum keringat kami kering,” tutur karateka andalan Sumsel di PON Jabar inu.

Untuk diketahui berdasarkan data bidang Pembinaan Presatasi KONI Sumsel tahun 2004 Sumsel berhasil meraih 30 emas 41 perak dan 40 perunggu duduk di posisi lima besar.

Tapi, tidak menjadi tuan rumah di tahun 20008 pada PON Kalimantan Timur Sumsel laangsung terpental dengan 12 emas 11 perak dan 17 perunggu menduduki posisi 14 besar. Kemudian di tahun 2012 PON Riau perolehan medali kian terpuruk dengan hanya meraih 10 emas 14 perak dan 29 perunggu, meskipun naik peringkat menjadi 13 besar.

Mimpi manis mengulang PON Palembang 2004 pun menjadi tanda tanya pada PON September 2016 di Kota Kembang mendatang. #sug