Pelaku Usaha Masih Takut Berikan Data

14

KEKERASAN-ILUSTRASI-ANTARA5-370x233Palembang, BP

Survei Ekonomi tahun 2016 yang awalnya dijadwalkan selesai pada 31 Mei lalu, hingga saat ini masih diperpanjang. Untuk Kota Palembang, perpanjangan jadwal ini bahkan dilakukan hingga dua kali dan diharapkan akan rampung tanggal 2 Juli mendatang.

 

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Palembang Reflin Arda menyatakan, jika banyaknya pelaku usaha yang tidak bersedia menyerahkan data usahanya pada petugas, menjadi kendala cukup berat.

 

“Masih banyaknya pelaku usaha yang belum terdata dan sejumlah kendala lainnya menyebabkan masih dibutuhkan waktu untuk pendataan oleh petugas sensus,” katanya, Senin (20/6).

Baca:  Sensus Ekonomi Diperpanjang Hingga 3 Juli

 

Dijelaskan, di Kecamatan Sukarami banyak pelaku usaha yang takut jika data yang mereka berikan akan disalahgunakan nantinya. Malah ada yang takut jika dengan data itu, pajak mereka akan lebih besar. “Banyak petugas kami yang diusir,” katanya.

 

Tak hanya itu, sejumlah perusahaan besar pun cukup sulit memberikan data. Seperti misalnya ritel Indomaret dan Alfamart yang pusatnya berada di Jakarta. Semua data yang diberikan harus berdasarkan izin dari pusat dan dibutuhkan sekitar dua pekan untuk mendapatkan data dari perusahaan cabang ini.

Baca:  Kapolda Sumsel Dukung SP 2020

 

“Bahkan, untuk kawasan Sukarami itu kami harus melibatkan camat, lurah, serta Pol PP untuk mendapatkan data dari pelaku usaha,” ucapnya.

 

Hingga saat ini, Reflin menyatakan pihaknya belum mendapatkan data terkait progres sensus yang dilakukan 2.647 petugas yang tersebar. Data yang ada saat ini masih berada di tiap kecamatan dan baru diterima BPS jika sudah rampung secara keseluruhan.

 

Baca:  Sensus Ekonomi Diperpanjang Hingga 3 Juli

Nantinya, untuk pelaksanaan sensus hingga 2 Juli mendatang, hanya akan melibatkan 100 petugas. Petugas yang dilibatkan ini sesuai penilaian sebagai petugas terbaik. “Semoga dalam dua minggu ini selesai semua pendataan, setelahnya baru akan diolah sekitar dua minggu juga,” terangnya.

 

Sementara itu, Kepala BPS Sumsel Yos Rusdiansyah mengatakan, sejauh ini pihaknya masih merevisi penyisiran sensus yang dilakukan sampai dengan waktu 3 Juli mendatang. “Pada awalnya memang petugas mengalami kesulitan, namun pada akhirnya bias diatasi sehingga berjalan lancar,” pungkasnya. #ren