Selama Operasi Patuh, Korban Meninggal Meningkat

6

dir lantas2
Kombes Pol Tomex Kurniawan

Palembang, BP

Direktorat Lalu Lintas (Lantas) Polda Sumatera Selatan telah akan menggelar Operasi Patuh Musi dimulai sejak Senin 16 hingga 29 Mei 2016 dimana operasi ini dilaksanakan secara serentak di seluruh Polda yang ada di Indonesia termasuk dalam lingkup Polda Sumsel
Direktur Lantas Polda Sumsel Kombes Pol Tomex Kurniawan didampingi Kasubdit Reg Iden AKBP Dwi Hartono  menjelaskan berdasarkan hasil operasi patuh dari tanggal 16 Mei sampai tanggal 29 Mei 2016 untuk lakalantas jumlah kejadian tahun 2015 sebanyak 19 kejadian dan tahun 2016 sebanyak 28 kejadian  jadi naik 9 kasus atau naik 47,3 persen.
Untuk korban meninggal dunia tahun 2015 ada 12 korban dan tahun 2016 ada 17 korban artinya naik 5 korban atau naik 41 persen.
Untuk korban luka berat, turun tahun 2015 itu ada 14 kasus dan tahun 2016 ada 12 kasus sehingga turun 2  kasus  atau 14 persen.
Untuk korban luka ringan tahun 2015 ada 25 kasus dan tahun 2016  ada 27 kasus naik 2 kasus atau 8 persen.
Untuk kerugian materil   tahun 2015  Rp207, 7 juta dan tahun 2016 Rp224,5 juta naik Rp16,8 juta atau naik sekitar 8 persen.
      “Dari 28 kasus lakalantas tersebut dapat dirincikan di Polres Muba ada 4 kasus , Polres OKI 1 kasus, Polres Banyuasin 2 kasus, Polres OKU 3 kasus , Polresta Palembang 3 kasus, Polres Muarenim 2 kasus, Polres Mura 2 kasus, Polres Empat Lawang 1 kasus, Polres OKU Timur 2 kasus , Polres OI 5 Kasus, Polres Lubuk Linggau 1 kasus , Polres Prabumulih 2 kasus  , jasdi kalau kita lihat data tersebut peringkat pertama adalah Polres OI dengan 5 kasus lakalantas , kedua Polres Muba dengan 4 kasus lakalantas, memang kedua jalur OI dan Muba termasuk rawan, kita ketahui jumlah kendaraan yang melewati dua daerah tersebut memang luar biasa padat, itu perlu jadikan perhatian untuk operasi selanjutnya terutama operasi ketupat,” kata Direktur Lantas Polda Sumsel Kombes Pol Tomex Kurniawan didampingi Kasubdit Reg Iden AKBP Dwi Hartono , Selasa (31/5).
Sedangkan untuk tilang tahun 2015 sebanyak 9563 kasus  dan tahun 2016 sebanyak 12.637 kasus naik 32 persen. Atau  374 kasus
Untuk teguran di tahun 2015 sebanyak 4601 kasus  turun 1106 kasus jadi ditahun 2016 sebanyak 3495  kasus turun 24 persen.
“ Untuk jumlah keseluruhan dari tilang dan teguran tersebut di total keseluruhan yaitu  di tahun 2015 sebanyak 14.167 kasus dan tahun 2016 sebanyak  16.132 kasus jadi naik 1967 kasus atau 13,8 persen,” katanya.
      Untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas selama operasi patuh, pihaknya ada upaya Preentif dan upaya preventif, Preentif antara lain dengan penyuluhan dan penerangan tahun 2015 ada 1695 kegiatan dan tahun 2016 ada 1703 kegiatan naik 8 kegiatan  atau 0,4 persen.
      Untuk penyebaran dan pemasangan spanduk, liplet, pamplet tahun 2015 ada 717 kegiatan dan tahun 2016 ada 663 kegiatan atau turun  51 persen.
      Sedangkan untuk program keselamatan lalu lintas tahun 2015 ada 911  dan tahun 2016 ada 705 jadi turun 206  atau 22 persen.
      Untuk kegiatan preventif seperti pengaturan lalu lintas , penjagaan, pengawalan untuk pengaturan lalu lintas tahun 2015 sebanyak  2365 kegiatan dan tahun 2016 sebanyak 2737  kegiatan atau naik 372  kegiatan atau naik 15,7 persen.
Untuk penjagaan lalu lintas tahun 2015 ada 1166 kegiatan dan  tahun 2016 sebanyak 968 kegiatan atau turun 198 kegiatan atau 16,9 persen.
Untuk pengawalan tahun 2015 ada 187 kegiatan dan tahun 2016 ada 218 kegiatan atau naik 31 atau 16,5 persen.
“Untuk patroli tahun 2015 sebanyak 1406 kegiatan dan tahun 2016 1299 kegiatan atau turun 107 kegiatan atau 7,6 persen, itulah hasil operasi patuh dimana tujuan operasi patuh ini untuk cipta kondisi , mempersiapkan menjelang operasi ketupat yaitu mengamanan hari raya lebaran, itu tujuannya,” katanya.#osk
Baca:  Belasan Kasus 3C Diungkap Jajaran Polda Sumsel