Diduga Berlatar Dendam, Jukir Tewas Dibantai

7

mati
Jenasah Aling di lokasi kejadian, Jumat (3/6).

Palembang, BP

Diduga berlatar dendam, seorang juruparkir (Jukir)  Aling (36), ditemukan tewas terkapar bersimbah darah di depan rumah bedeng A2 yang dihuninya di Jalan Perindustrian I Lorong Kulim, Rt 27, Rw 10, Kecamatan Sukarami Palembang atau persisnya di belakang eks lokalisasi Kampung Baru, Kecamatan Sukarami, Palembang, Jumat (3/6) sekitar pukul 13.00.
    Saat pertama kali ditemukan, korban yang diketahui sebagai warga etnis Tionghoa mengalami luka bacokan di punggung belakang,  dada kiri, perut atas pusat,  pinggul depan kiri, telapak tangan kanan, dan bahu kanan. Selain itu di sekitar lokasi penemuan ditemukan rambut korban yang lepas setelah terkena bacok.
    Bahkan saat ditemukan itu juga, korban hanya mengenakan celana dalam saja sebelum akhirnya ditutup warga menggunakan kain sarung.
Dengan adanya penemuan tersebut, sontak membuat warga sekitar lokasi penemuan langsung dibuat heboh lantaran warga tidak tahu kalau korban tewas lantaran pembunuhan dilakukan saat shalat Jumat.
        Diduga kuat korban tewas di bantai oleh pelaku lebih dari satu orang , dimana saat kejadian korban sempat cekcok mulut dengan para pelaku, sejurus kemudian para pelaku mulai menyerang korban dengan senjata tajam dan korban sempat melakukan perlawanan depan bedengnya namun korban akhirnya meregang nyawa dengan luka tusukan sekujur tubuhnya.
Oleh pihak Polsek Sukarami jenasah korban dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Dr Moehammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk dilakukan otopsi.
Menurut keterangan kakak perempuan korban yang enggan menyebutkan namanya, sebelum kejadian ini atau persisnya sekitar dua minggu yang lalu adiknya tersebut pernah sempat ribut.
Saat itu, adiknya dikejar-kejar orang hingga kemudian di bacok di bagian kepalanya.
“Waktu itu memakai helm jadi lukanya tidak terlalu parah. Hanya helmnya saja pecah,” jelasnya saat ditemui di lokasi penemuan.
    Dikatakannya, adiknya tersebut merupakan orang yang pendiam dan tidak banyak bicara.
“Setahu saya tidak ada pekerjaan, tapi tidak tahu kalau ada pekerjaan lain, dia orangnya pendiam,” katanya.
    Masih menurut kakak korban, adiknya tersebut biasanya ikut dengannya. Namun meskipun begitu, adiknya tersebut masih jarang pulang.
“Pulang kadang hanya mandi saja dan kemudian pergi lagi. Orangtua ada dan tinggal di Jalan Perindustrian,” katanya.
Sementara menurut seorang saksi yang juga enggan menyebutkan namanya, saat itu ia melihat ada tiga orang dan satu di antaranya menunggu di sepeda motor.
Dua masuk dan satu menunggu di sepeda motor. Tapi saat itu saya tidak tahu kalau ada keributan itu,” jelasnya.
    Kakak angkat korban Andi mengaku terakhir bertemu korban semalam pukul 21.00 dan pagi tadi pukul 08.00 dan dia mendapatkan kabar kalau korban sudah tewas oleh para pelaku.
Kapolsekta Sukarami Palembang, Kompol Nurhadiansyah didampingi Kanit Reskrim, Iptu Heri menjelaskan, mendapat laporan tersebut pihaknya langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah korban termasuk juga memasang garis polisi di sekitar lokasi.
“Korban tinggal di bedeng tersebut dan menurut saksi memang sempat ribut dan saat dilihat, korban sudah terkapar di depan bedeng yang ditempatinya,” katanya.
    Saat ini, dikatakan Nurhadiansyah, pihaknya masih mendalami kasus tersebut guna mengungkap siapa pelakunya.osk
“Pelakunya masih lidik dan untuk jenazah korban kita bawa ke Instalasi Pemulasaran Jenazah RSMH Palembang guna dilakukan pemeriksaan,” katanya.#osk
Baca:  Mr Tewas Bunuh Diri Dari Jembatan Ampera