Home / Bisnis / Dana Peremajaan Lahan Sawit Muba Rp115,8 M

Dana Peremajaan Lahan Sawit Muba Rp115,8 M

Harvesting-Palm-Oil-FruitPalembang, BP

Para petani plasma di Kabupaten Musi Banyuasin berhasil meyakinkan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), kelapa sawit dan dua bank untuk bersama-sama mengelola peremajaan (replanting) di 56.000 hektar lahan sawit di kabupaten tersebut. Total dana yang dikucurkan yakni Rp115,8 miliar

Selain itu, Kecamatan Lalan, Kabupaten Muba pun didaulat menjadi pilot project pengelolaan lanskap berkelanjutan dengan didukung oleh lembaga donor dan non government organization (NGO) dunia, IDH Sustainable.

Pelaksana Tugas Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan, sampai 2012 kebanyakan perkebunan sawit di wilayahnya memang sudah memasuki siklus akhir dan harus diremajakan. Namun petani untuk meremajakan lahannya, sering kali terkendala dana.

Setelah adanya bantuan dari BPDP dan dua bank yakni SumselBabel dan BNI untuk mengelola keuangan perkebunan sawit, pemerintah dapat melakukan upaya lain untuk mempercepat optimalisasi lahan. Ini momentum karena Muba menjadi perintis peremajaan lahan sawit berkelanjutan di Indonesia menggunakan model baru.

“Pemkab membantu dari segi legalitas, menurunkan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan menurunkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP)-nya,” tutur Beni, disela Peluncuran Pembiayaan Replanting Kelapa Sawit Petani Plasma Muba dan  Peluncuran Kerja Sama lanskap Berkelanjutan Lalan-Sembilang di Griya Agung Palembang, Jumat (20/5).

Proses peremajaan ini akan menghasilkan jutaan kubik batang pohon kelapa sawit yang tidak bisa lagi digunakan. Saat ini, Beni menuturkan, pihaknya tengah berdiskusi dengan ahli perkebunan untuk mendiskusikan pemanfaatan kembali batang pohon tersebut agar memiliki nilai jual, atau setidaknya dapat digunakan kembali alih-alih hanya menjadi limbah.

Untuk petani plasma yang bernaung bersama PT Hindoli, akan segera dorealisasikan peremajaan kepala sawit seluas 4.610 hektar dengan jumlah petani 2.016 Kk yang dilakukan oleh empat KUD.

KUD Mukti Jaya seluas 2.502 hektar dengan 1.143 KK, KPKS Suka Makmur 822 hektar dengan 326 KK, KUD Sumber jaya Lestari 806 hektar dengan 317 KK, dan KPKS Tri Bakti Sentosa 480 KK dengan 230 KK.

Sementara untuk rencana Lanskap Berkelanjutan Lalan, Beni berujar, hal ini pun dalam rangka mendukung program green growth yang dicanangkan pemerintah provinsi Sumsel dalam jangka waktu panjang.

Beni berujar, Lalan dipilih sebagai pilot project lanskap berkelanjutan karena Lalan memiliki bentang darat yang unik. Selain berbatasan langsung dengan Taman Nasional Sembilang, Lalan pun menjadi kecamatan penghasil pangan juga sawit.

Direktur BPDP KS Bayu Krisnamurti mengatakan, tahun ini pihaknya memiliki anggaran Rp13 triliun dalam pengelolaan perkebunan sawit di seluruh Indonesia. Dana tersebut mencakup kegiatan biodiesel, peremajaan, sarana/prasarana, peningkatan kualitas SDM, dan promosi.

Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, peremajaan yang dilakukan oleh Pemkab Musi Banyusin ini merupakan langkah konkret untuk memberdayakan petani di tengah kelesuan ekonomi yang melanda Indonesia.

Langkah menjadikan Kecamatan Lalan sebagai pilot project program lanskap berkelanjutan pun akan sangat baik di tengah segala masalah, potensi ekonomi sosial budaya yang menantang di daerah tersebut.

Kegiatan peremajaan ini, tutur Alex, harus dilakukan dengan cara yang profesional dan tidak boleh asal-alsalan dengan pendampingan dari KUD. Kegiatan peremajaan pun berpotensi memunculkan peluang bisnis baru bagi siapa pun yang pernah menangani kegiatan peremajaan. #idz

 

x

Jangan Lewatkan

Ibu-ibu Terharu Sambut Kedatangan Balon Bupati OI AW Noviadi-Ardani  

# Ilyas Tak Pernah Ke Desa, Tidak Ada Pembangunan!  Inderalaya, BP–Kaum ibu-ibu di Desa Payaraman Kecamatan Payaraman dan Desa Tambangrambang ...