Stok Beras Jelang Ramadhan Aman

11

bulog-berasPalembang, BP
Meskipun Ramadhan masih berkisar satu bulan lagi, Perum Bulog Divre Sumatera Selatan dan Bangka Belitung memastikan stok menjelang Ramadhan aman. Bahkan, ketahanan pangan pun mampu berkisar hingga delapan bulan kedepan.

Kepala Perum Bulog Divre Sumsel dan Babel Mansur Siri mengatakan, pihaknya memastikan jika stok beras Ramadhan mencukupi, terutama saat ini pihaknya masih terus melakukan penyerapan besar dari petani.

“Menjelang Ramadhan stok beras kita siap, karena stok yang ada digudang saat ini pun sekitar 50 ribu ton dan cukup untuk tujuh hingga delapan bulan kedepan. Jumlah tersebut sangat cukup sebagai stok untuk menjelang ramadhan,” katanya, usai Jalan Sehat dalam rangka Ulang Tahun Bulog ke-49, Minggu (8/5).

Baca:  Beras Bansos Jelek, Kabulog OKU Sebut Bukan Kesalahan Kami

Menjelang ramadhan, kerap kali terjadi kenaikan harga beras di pasaran. Ia mengatakan, jika harga tak terkendali pihaknya siap melakukan Operasi Pasar (OP). “Jelang puasa kita (Bulog, red) akan melihat kondisi pasar, Bulog siap mengamankan, perencanaannya akan dilakukan saat ada gejolak harga di pasar, yang pasti Bulog siap,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya memastikan stok beras aman kedepannya karena pihaknya saat ini terus melakukan serapan di beberapa petani di central beras seperti Ogan Komering Ulu (OKU), Banyuasin juga beberapa wilayah lainnya. “Bulog akan terus melakukan serapan beras petani,” ujarnya.

Baca:  HET Beras di Sumsel, Premium Rp12.800 dan Medium Rp9.450

Bulog melakukan pengadaan beras rata-rata 1000-1500 ton per hari. Hingga Mei ini, pihaknya sudah menyerap 26 ribu ton. Pihaknya optimis dapat menyerap sesuai dengan target tahun ini. Tahun 2016 Bulog menargetkan penyerapan 150.500 ton. Diantaranya 120 ribu ton untuk PSO dan 30.500 ton untuk komersil.

“Jumlah ini memang cukup besar dibandingkan tahun lalu sekitar 120 ribu ton. Target cukup tinggi untuk memaksimalkan penyerapan di central-cental padi yang ada di Sumsel. Kita optimis karena saat ini pun 20-25 persen petani masih melakukan panen raya,” katanya.

Ia menambahkan, sejauh ini penyerapan beras petani tidak terkendala akibat faktor cuaca yang kurang mendukung. Untuk menghasilkan beras yang berkualitas, memang diperlukan tingkat kekeringan gabah yang baik. Namun, hal tersebut telah didukung dengan teknologi modern yang ada saat ini.

Baca:  Muaraenim Dukung Sumsel Wujudkan Swasembada Beras

“Kondisi cuaca saat ini masih musim hujan, tapi tidak menjadi kendala dalam penyerapan di tingkat petani, karena untuk proses penjemuran yang kurang maksimal karena cuaca mendung bisa menggunakan alat pengering semacam hair dryer, juga jika banjir ada lantai penjemuran,” sambungnya.

Sementara itu, dalam rangka Ulang Tahun Bulog ke-49, Bulog menggelar jalan sehat bersama keluarga besar Bulog dan mitra. “Semoga kedepannya Bulog Sumsel lebih baik lagi,” ujarnya.#pit