Pahri Azhari Dihukum 3 Tahun Penjara

19

# Lucy 1 Tahun 6 Bulan

BP/ARRACHIM VONIS PAHRI DAN LUSI-Terdakwa kasus OTT Muba Pahri Azhari dan Lucyanti Pahri berjalan meninggalkan gedung Persidangan Tipikor Pengadilan Negeri Palembang usai mengikuti sidang putusan kasus OTT Muba, Selasa (3/5)
BP/ARRACHIM
Pahri Azhari dan Lucyanti Pahri meninggalkan gedung Persidangan Tipikor Pengadilan Negeri Palembang usai sidang putusan kasus OTT Muba, Selasa (3/5)

Palembang, BP

Bupati Musi Banyuasin non-aktif Pahri Azhari dijatuhi hukuman tiga tahun penjara dalam persidangan di Pengadilan Tipikor Klas 1A Khusus pada PN Palembang, Selasa (3/5).

Sedangkan istrinya, Lucianty, divonis pidana penjara selama satu tahun enam bulan serta keduanya dihukum membayar denda sebesar Rp100 juta subsider tiga bulan penjara.

Majelis hakim sepedapat kalau perbuatan terdakwa melanggar Pasal 5 ayat 1 (a) Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999, sebagaimana diubah dengan Undang-undang Nomor 20 tahun 2011 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 Jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

“Menyatakan terdakwa Pahri Azhari dan Lucianty terbukti secara sah bersalah turut serta secara berlanjutan melakukan tindak pidana korupsi,” ujar majelis hakim yang diketuai Saiman, saat membacakan putusan.

Baca:  Pahri-Lucy Merasa Tak Beri Suap

Atas putusan ini terdakwa berhak menolak dengan mengajukan banding atau pikir-pikir selama tujuh ke depan. “Bila tidak menentukan sikap maka dianggap menerima dan putusan ini memiliki kekuatan hukum tetap,” tandasnya.

Menanggapi hal itu kedua terdakwa yang dihadapkan ke persidangan karena terlibat suap untuk pengesahan LKPJ kepala daerah 2014 dan Pembahasan R-APBD Muba 2015 kepada anggota DPRD Muba ini masih menyatakan pikir-pikir. Meskipun vonis majelis hakim sudah lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI yang sebelumnya menuntut Pahri dengan pidana penjara selama empat tahun.

Sedangkan Lucianty dituntut selama dua tahun penjara serta keduanya juga dituntut dengan pidana denda sebesar Rp150 juta subsider lima bulan penjara.

Baca:  Empat Pimpinan DPRD Muba Terima Suap

Ditemui usai persidangan, Rudi Alfonso, selaku tim penasihat hukum kedua terdakwa menilai bahwa pertimbangan dari putusan hakim sudah tepat. Sehingga disarankan agar terdakwa menerima hukuman.

“Kami melihat pertimbangan hukum dari majelis hakim sudah sesuai. Tapi kalau merasa masih tidak adil itu hak terdakwa dan kuasa saya hanya mendampingi di tingkat pertama,” ujar Rudi.

Walaupun menurutnya memang hukuman yang dijatuhkan masih di atas dua pertiga dari tuntutan yang diajukan oleh JPU KPK RI dalam persidangan sebelumnya.

“Putusan ini tidak terlepas dari rangkaian kejadian sebelumnya dan dari fakta persidangan memang kedua terdakwa hanya turut serta,” imbuhnya.

Baca:  Mungkir Terima Suap, Dituntut Paling Berat

Sedangkan JPU yang juga masih menyatakan pikir-pikir atas putusan ini, mengaku sependapat jika pertimbangan majelis hakim kalau kedua terdakwa memiliki peran turut serta dalam perkara ini.

“Hakim memaknai, bukan dia yang dari awal menyertai. Tapi Pahri dan Lucy punya peran masing-masing sehingga timbul tindak pidana korupsi ini,” ujar Irene Putrie, JPU KPK RI.

Dengan demikian dirinya melanjutkan analisis yuridis yang menjadi pertimbangan majelis hakim sama dengan Jaksa Penuntut Umum. Namun pihaknya juga masih menyatakan pikir-pikir.

“Kami masih pikir-pikir karena ini masih harus dilaporkan dulu kepada pimpinan, setelah itu baru akan menyatakan sikap,” tandasnya.#ris