JPO Terancam Dibongkar

17

krtPalembang, BP
Pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) kembali dikaji. Pasalnya, dalam pengerjaan kereta ringan dalam kota ini melintasi sekitar sembilan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah ada saat ini dan berpotensi dibongkar.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Palembang, Hoyin, mengatakan, dalam pengerjaan LRT ini rutenya memang melintasi beberapa JPO yang ada di kota Palembang juga termasuk ratusan reklame / papan iklan.

Setelah dilakukan penghitungan oleh pihak pembangun yakni PT Waskita Karya, jarak antara jalan dan struktur bawah rel LRT ini sekitar 5,5 meter. Sementara mesti ada ruang sekitar 2 meter antara LRT dan JPO.  “Hal ini yang kita perbincangkan, bagaimana agar JPO yang merupakan aset kota tetap ada dan tidak dihilangkan,” katanya, usai rapat pemangkasan JPO di jalur LRT, Senin (25/4).

Baca:  Rel LRT Palembang Tinggal 3 Km Lagi

Ia mengatakan, dalam pengerjaan ini LRT melintasi sekitar delapan JPO dan satu reklame besar di Sudirman juga ratusan reklame lainnya. Dari sembilan JPO yang milik pemerintah kota ini, dua diantaranya merupakan milik swasta atau pihak ketiga. Menurutnya, kedua JPO tersebut akan dikoordinasikan juga dengan pemiliknya.

JPO yang dilintasi oleh LRT itu seperti Jembatan KM 7 atau di depan Sumeks, KM 5, Balayuda, Sebelum Cinde, setelah Cinde / Bank Mandiri, Sebelum International Plaza (IP), di depan IP, Jembatan Pusri 16 Ilir, dan Masjid Agung 16 Ilir.

Baca:  Pasang Tiang LRT di Musi Harus Uji Kekerasan Tanah Dulu

“Ada sekitar sembilan jembatan, kita masih koordinasikan apakah jembatan itu akan dibongkar, jika dibongkar artinya kita kehilangan aset dan mesti mencari alternatif lain untuk menggantikan tempat penyebrangan,” ujarnya.

Jika tidak dibongkar, makan kemungkinan akan dibuat cekungan di tengah jembatan atau pas diposisi lintasan LRT. Sehingga jika alternatif ini diambil, jalan JPO bagian tengah akan menurun. Namun hal ini mesti dipandang dari sisi estetikanya. “Kalau ini dipertahankan, maka kemungkinan akan dibuat cekungan di tengah JPO, tapi ini perlu disesuaikan dengan estetikanya, pantas atau tidak, dan kita mesti juga memikirkan kendaraan yang melintas di bawah JPO,” jelasnya.

Baca:  Uji Coba LRT Sumsel, Hanya Singgahi Dua Stasiun

Menurutnya, JPO tersebut kemungkinan besar akan dibongkar. Pihaknya akan berkoordinasi lebih intens lagi denga Dinas Perhubungan. “Jika dibongkar pun mesti akan penggantinya, kemungkinan sebuah zebra cross yang menggunakan traffic light, tapi kita inginnya aset daerah tetap ada, namun ini akan dibicarakan lebih lanjut nantinya,” terangnya. #pit