Ditjen Pajak Tangkap Pengusaha Perkebunan Asal Medan

10

1809574-tangkap-tangan-620X310Palembang, BP

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Sumatera Selatan (Sumsel) dan Kepulauan Bangka Belitung (Babel) berhasil mencokok wajib pajak (WP) asal Sumatera Utara di Medan. Informasi yang dihimpun, WP ini memiliki perusahaan perkebunan di Sumsel.

DJP Sumsel Babel saat ini tengah berkoordinasi dengan pihak DJP Sumatera Utara (Sumut) untuk segera melakukan gijzeling atau paksa badan kepada penanggung jawab perusahaan.

Kepala Kantor Wilayah DJP Sumsel Babel Samon Jaya mengatakan, jika WP ini tidak segera melunasi tunggakan pajak, maka ia akan segera diproses tahan badan (dipenjara).

“Saat ini sedang dikoordinasikan. WP ini bergerak di sektor perkebunan. Yang jelas, dia juga memiliki usaha di Sumsel, dicokoknya di Medan,” kata Samon kepada BeritaPagi, Kamis (21/4) malam.

Baca:  Dua Security Tebarkan Paku di Depan Pintu Masuk SPBU Jakabaring, Diamankan

Dia menjelaskan, dicokoknya WP ini juga atas bantuan dari aparatur keamanan dan inteligen negara. Namun karena WP tinggal di Medan, proses ini juga melibatkan Dijen Pajak Sumut. “WP ini dicokok di Medan, saat ini tengah dikoordinasikan di mana WP ini akan diproses,” katanya.

Dengan alasan hukum perpajakan, Samon enggan memberikan identitas pengempang pajak tersebut, termasuk inisial ataupun nama perusahaan yang sedang tersangkut pajak ini. Hanya saja pihaknya berharap WP ini mau melunasi pajak.

“Untuk tunggakannya di atas Rp1 miliar, namun kami tekankan, ini bukan kriminal. Jika mau membayar, maka dia bisa menjadi pahlawan bagi penunggak pajak lainnya. Dia memberikan contoh menjadi warga yang baik,” katanya.

Baca:  Aksinya Terekam CCTV, Pencuri Motor Motor Dicomot Polisi

Sebelumnya, Samon pernah berujar akan ada dua target WP yang akan gijzeling, termasuk yang satu ini. Hanya saja dirinya enggan menjelaskan lebih lanjut, karena masih dalam proses pengejaran.

“Masih banyak sebenarnya. Satu kantor perwakilan itu bahkan ada dua target gijzeling yang akan diproses tahun ini. Namun pada intinya, DJP Sumsel Babel masih melakukan tindakan yang soft sesuai dengan prosedur, karena ini bukan kriminal. Kecuali jika sudah melakukan pemalsuan data dan sebagainya,” jelas dia.

Samon menambahkan, sebenarnya pengusaha di Palembang juga sudah banyak yang menunggak pajak dan saat ini masih dalam pendekatan pihaknya. Dia menyebutkan, pengusaha di kawasan Ilir Timur juga menjadi bidikan pihaknya.

Baca:  Pembalap Liar Dihukum Jalan Jongkok

“Di Ilir Timur ada 279 pertokoan yang bayar pajak. Ada 90 toko. Dari 90 ini, hanya 11 yang membayar pajak di atas Rp10 juta. Padahal, potensinya sangat besar,” katanya.

Samon mengimbau kepada pengusaha yang merasa belum melaporkan SPT pajak, belum membayar, kurang bayar, ataukah sengaja tidak membayar untuk segera menyelesaikan kewajibannya. Sebab, jika pun sudah mengalami penahanan atau kurungan badan, WP masih tetap diwajibkan membayar pajak, termasuk dendanya.

“Semakin lama maka akan semakin banyak tanggungan pajak yang harus dibayar. Maka dari itu segeralah melunasi, biar bisa menjadi contoh yang baik untuk negara ini,” katanya.#ren