Home / Headline / Warga Pagaralam Waspada Gempa Susulan

Warga Pagaralam Waspada Gempa Susulan

dempoPagaralam, BP

Masyarakat Kota Pagaralam dikagetkan dengan gempa yang mengguncang Pagaralam dan sekitarnya, Minggu (10/4), sekitar pukul 09.14. Tak pelak, kejadian tersebut membuat warga cemas lantaran takut terjadi gempa susulan. Namun beruntung tidak terjadi gempa susulan sehingga warga bisa kembali beraktivitas.

Tofo (55), salah seorang warga yang berada di kawasan pertokoan pasar Dempo Permai Pagaralam, mengaku cukup dikagetlkan atas guncangan gempa tersebut. “Gempanya cukup kuat sehingga saya dan warga lainya terkejut, untung tidak ada gempa susulan sehingga kita bisa kembali beraktivitas,”ujarnya.

Menurutnya, guncangan gempa yang cukup kuat terasa berlangsung sekitar lima detik membuat masyarakat sempat panik dan berhamburan keluar rumah mencari tempat aman. Sementara Mulyadi, petugas Pos Pemantau Gunung Api Dempo, ketika di konfirmasi membenarkan adanya gempa yang cukup terasa tersebut.

Menurutnya, gempa tersebut bukan terjadi akibat aktivitas gunung Dempo, meskipun cukup terasa dan terekam dialat sesmograf berkekuatan III MMI. “Hasil pengamatan alat seismograf di pos pemantau, kalau gempa tersebut tidak terekam alat siesmograf. Dengan kata lain gempa berasal dari lokasi jauh yang terasa hingga ke Pagaralam,” katanya.

Dikatakannya, informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), jika sumber gempa yang getarannya terasa hingga ke Pagaralam ini terjadi di Bengkulu. Dengan pusat gempa di kedalaman laut dengan kekuatan 5.39 SR, titik lokasinya 4.32 LS,102.09 BT.

“Kita tetap mengimbau kepada masyarakat Kota Pagaralam dan sekitarnya untuk tetap waspada jika sewaktu-waktu gempa kembali terjadi. “Saat ini, untuk aktiftas gunung Dempo masih aktif normal, belum terjadi kenaikan statusnya,” katanya.
Sementara itu, warga Kota Lubuklinggau juga merasakan guncangan gempa. Diduga gempa tektonik tersebut terjadi di Bengkulu yang berbatasan langsung dengan wilayah bagian barat Provinsi Sumsel ini.

Sebagian warga Lubuklinggau, yang merasakan getaran gempa itu spontan khawatir dan memilih ke luar rumah. Sebab kejadian di minggu pagi, saat sejumlah warga beraktivitas di luar rumah untuk berolahraga.

Dwi (30), warga Jalan Depati Djati, Kelurahan Kayu Ara, Kecamatan Lubuklinggau Barat II, mengaku, getaran gempa membuat dirinya harus melompat dari kasur dan keluar kamar. Itu setelah tetangganya membangunkan dan menginformasikan adanya gempa. “Saya terkejut dan langsung keluar rumah bersama anak saya,” katanya.

Meski begitu, getaran gempa di Lubuklinggau dirasakan tidak begitu kuat. Namun, sempat menimbulkan kekhawatiran. “Memang tidak terlalu kuat getarannya, tapi takut tertimpa rumah. Waktu itu kami berdua sedang nonton televisi, sedangkan suami saya sedang di luar,” jelasnya.# dar /kur

x

Jangan Lewatkan

KPK Imbau Cakada di 4 Wilayah Jujur Melaporkan Dana Kampanye, Termasuk Sumsel

Palangkaraya,BP  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengimbau para pasangan calon kepala daerah (cakada) di empat wilayah Provinsi ...