Home / Sumsel / Banyuasin / 5 Petani Perambah Hutan Diringkus

5 Petani Perambah Hutan Diringkus

IMG_00001488Banyuasin, BP

Polres Banyuasin berhasil meringkus lima pelaku ilegal loging yang kerap beraksi di kawasan hutan lindung, Desa Sei Benu Ulu Kecamatan Banyuasin II.

Petugas juga mengamankan barang bukti berupa22 batang kayu jenis petaling ukuran 7x14x12 meter tanpa dokumen,di kawasan Desa Sei Benu Ulu, Kecamatan Banyuasin II, Jalan Block N 60 E, PT Tri Pupa Jaya.

Kapolres Banyuasin AKBP Julihan Muntaha melalui Kasat Reskrim AKP Agus Sunandar, Jumat (1/4), mengatakan, awalnya petugas mengamankan  Irwasyah (21) buruh tinggal di Desa Pancuran, Kecamatan Bayung Lincir, Muba. Darinya diamankan 2 unit sepeda motor, 2 bantalan kayu, dan 2 batang kayu jenis petaling. Lalu tersangka Toto Heriadi dan Jon Heri, buruh beralamat di Desa Pancuran, Kecamatan Bayung Lincir, Muba.

Setelah dikembangkan, menyusul dua tersangka lagi, DRA (34) petani tinggal di Desa Sinar Arga, RT 34, Kecamatan Bayung Lincir, Muba. Serta tersangka Parasihan Papahan (52) warga Desa Pancuran, Kecamatan Bayung Lincir, Muba. “Dari keduanya diamankan 20 batang kayu jenis petaling, 2 unit kendaraan motor merek Honda Revo, dan sebuah mesin gergaji,” jelasnya

Sementara i Danu sebagai Kepala bagian di Dinas Kehutanan Banyuasin, saat ditanggapi belum menerima adanya perkara penebangan liar di kawasan Desa Sei Benu Ulu, Kecamatan Banyuasin II. “Ya kalau soal illegal loging yang di kawasan Sembilang kita terima, dan kita sudah turun tim kesana. Untuk yang ini hasil tangkap Polres Banyuasin kita belum dapat,” tanggapnya.

Disinggung apakah aktivitas para pelaku masih dikawasan hutan lindung. Danu belum bisa memastikan, karena pihaknya harus melakukan cek lokasi terlebih dahulu. “Kayu jenis ini ada juga dari kebun yang sengaja di tanam ada juga yang tumbuh sendiri. Untuk berapa besar kerugian negara, kita juga harus melakukan perhitungan dahulu, ada rumusnya, mulai dari diameter, panjang, jumlah kubiknya”timpalnya.

Untuk ancaman pasal yang dikenakan kepada para pelaku, bisa dijerat pasal berlapis yakni UU No 41 tahun 99 tentang kehutan dan UU No 18 tahun 2013 tantang penebangan liar dan pemanfaat secara tidak sah hasil hutan, dengan ganjaran paling lama 15 tahun dan mininal 5 tahun pidana penjara. #mew

x

Jangan Lewatkan

107 Ribu Warga Sumsel Dikenai Sanksi Karena Tak Pakai Masker

Palembang, BP–Sebanyak 107 ribu warga di Provinsi Sumatera Selatan mendapat teguran lisan hingga denda karena kedapatan tidak mematuhi protokol kesehatan ...