Home / Sumsel / Banyuasin / Transmusi Masuk Banyuasin, Sopir Angdes Cemas

Transmusi Masuk Banyuasin, Sopir Angdes Cemas

Banyuasin, BP
Bus Rapit Transmusi (BRT) akan kembali mengaspal di Jalur KM 12 Palembang-Banyuasin. Hal ini membuat para sopir angkutan desa (Angdes) cemas, pendapatan mereka menurun.
Seperti yang dikatakan Agus (43) salah seorang sopir Angdes KM-12 Pangkalan Balai. Akhir-akhir ini pendapatan mereka semakin seret, karena harus bersaing dengan mobil travel dan bus antar kota. “Kalau bus Transmusi masuk lagi, tentunya jatah penumpang juga akan berkurang lagi dan dampaknya pendapatan kami makin tipis,” katanya.
Dia mengakui, Transmusi merupakan saingan yang cukup berat dalam menarik penumpang. Apalagi bus BUMD tersebut harganya relatif murah dengan fasilitas Full Ac. “Kami harap pemerinta juga memperhatikan sopir Angdes, setidaknya dengan memberlakukan pembatasan jam keberangkatan Transmusi. Agar kita masih bisa kebagian penumpang,” jelasnya.
Kembali beroperasinya BRT jurusan Palembang-Banyuasin diakui oleh Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Banyuasin, Supriadi.

Menurutnya, pihaknya akan melanjutkan kerjasama dengan Pemkot Palembang. Sejauh ini masih tahap persiapan dokumen untuk  mewujudkan BRT di Banyuasin. Setelah pengurusan berkas selesai, BRT mulai diaktifkan kembali, mungkin bulan depan realisasinya.

“Ada lima unit bus yang disiapkan,  rutenya akan diperpanjang hingga Betung. Mudah-mudahan kali ini tetap bertahan,” katanya.

Kehadiran BRT di bumi Sedulang Setudung tersebut tentunya akan menjadi persaingan usaha angkutan yang lainnya.

Selain tarifnya terjangkau, aman dan nyaman, sehingga angkutan itu menjadi primadona masyarakat khususnya dikalangan pegawai yang bekerja di perkantoran Pemkab Banyuasin.

Kendati demikian, Supriadi, menyakini dengan beroperasinya BRT di Banyuasin tidak akan mematikan usaha angkutan lainnya.

“Apalagi jam beroperasinya tidak setiap waktu dan penumpangnya diambil tidak sembarangan tempat. Untuk tarif belum dibahas termasuk jam beroperasi. Mungkin masih mengunakan ketentuan yang lama,” jelasnya.

Pihaknya telah mewanti-wanti agar tidak terjadi salah faham antara awak angkutan umum lainnya. Oleh karena itu jauh -jauh hari telah memberitahukan kepada angkutan berpenumpang dengan rute yang sama supaya tidak menimbulkan gejolak.

“Saya berharap tidak ada demo lagi dari angkutan umum lainnya terkait BRT nanti seperti terjadi ditahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Untuk menyambut kedatangan BRT sendiri, Supriadi mengaku masih ada pekerjaan rumah (PR) terkait kondisi halte yang diletakan sepanjang Jalintim karena banyak yang tidak layak digunakan akibat terkena hujan dan panas.

“Kami akan memperbaiki sejumlah halte-halte yang akan digunakan BRT nanti,” terangnya. #mew

x

Jangan Lewatkan

Tambah 47 Kasus, Pasien Covid-19 di Sumsel 7.229 pada 20 Oktober

Palembang, BP Pasien positif Covid-19 di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bertambah 47 orang. Hal ini diketahui berdasarkan laporan media harian Covid-19 ...