Home / Sumsel / Banyuasin / Perpustakaan Banyuasin Sepi Pengunjung

Perpustakaan Banyuasin Sepi Pengunjung

Banyuasin, BP

Perpustakaan daerah milik Banyuasin saat ini sepi aktivitas. Bisa dikatakan perpustakaan tersebut mati suri akibat minimnya pengunjung dan kurangnya buku referensi sebagai bahan bacaan.
Saat dikunjungi, Senin  (21/3), di dalam perpustakaan tersebut hanya ada 3-5 pengunjung saja, itu pun kebanyakan diisi pegawai yang numpang beristirahat di dalam ruangan perpustakaan yang dilengkapi Air Conditioner (AC) itu.
Arif (21) warga Betung ketika ditemui  di Kantor Badan Perpustakaan, Arsip dan Dokumentasi Daerah (BPAD) Banyuasin  mengatakan jika keberadaan perpustkaan di dalam lingkungan perkantoran Pemkab Banyuasin masih jauh dari kata memuaskan.
“Saya lihat pengelolaanya tidak maksimal karena terkesan perpustakaannya tidak lengkap referensi bukunya. Dari tahun ke tahun sepertinya tidak ada penambahan padahal peran perpustakaan daerah ini saya pikir sangat penting,” kata Arif.
Padahal, dia membutuhkan tambahan literatur sebagai bahannya menyusun skripsi di salah satu perguruan tinggi swasta di Palembang. Kebetulan, dia pulang kampung dan hendak mencari bahan bacaan di perpustakaan.
“Tapi nyatanya malah seperti mati suri seperti ini mas. Buku yang saya butuhkan tidak ada, padahal ini perpustkaan daerah yang seharusnya koleksi buku lebih lengkap,” kata dia.
Mau tidak mau, Arif mengaku terpaksa ke Palembang lebih cepat untuk mengunjungi perpustakaan daerah Sumatera Selatan di Kota Palembang. Dia pun berharap pengelolaan perustakaan lebih optimal lagi. “Harusnya ditambah lagi koleksi bukunya sehingga kami warga Banyuasin tidak perlu ke Palembang,” kata dia.
Terpisah, Kepala BPAD Banyuasin H Hazairin Zaini membantah jika perpustakaan milik Pemkab Banyuasin tersebut sepi dari kunjungan masyarakat. Dia menyebutkan dalam satu hari rata-rata pengunjung yakni 300 orang.
“Tergabung dengan rumah baca di kecamatan itu sekitar 300 orang yang didominasi pelajar. Bahkan, hari ini ada kunjungan dari AKN Banyuasin,” kata Hazairin.
Memang, ada kendala dari minat pembaca yang masih rendah di Banyuasin. Namun, BPAD dikatakan Hazairin sudah maksimal untuk menggalakkan masyarakat untuk gemar membaca.
“Seperti dengan menyediakan rumah baca yang sudah ada di 13 kecamatan. Perpustakaan keliling juga aktif berkeliling desa, juga ada motor pintar yang kami gunakan untuk mengajak masyarakat gemar membaca,” kata dia.
Untuk jumlah koleksi buku, di BPAD Banyuasin terdapat 26.480 koleksi yang tersedia dengan penambahan buku referensi sesuai anggaran yang dimiliki Pemkab Banyuasin. “Kami terus tambah setiap tahunnya agar koleksi buku menjadi lengkap di perpustakaan kita,” pungkasnya. #mew
x

Jangan Lewatkan

Still Running Individually, SMB IV Hopes In the future, the Province and the City of Palembang Can Work Together

# Related to Heritage Objects in Palembang Palembang, BP Sultan of Palembang, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM ...