Harga Bawang Merah Tembus Rp50.000 Per Kilogram

9

Palembang, BP

Harga bawang merah di Sumatera Selatan melonjak signifikan. Tak tanggung, harga bawang merah yang biasa dibeli masyarakat dengan harga Rp25.000-Rp30.000 kini menjadi Rp42.500-Rp50.000 ataus sekitar 75 persen dari harga sebelumnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumsel Ir Permana MMA mengatakan, harga bawang merah naik karena pasokan bawang yang selama ini Sumsel terima dari Pulau Jawa menjadi berkurang. “Hujan lebat menyebabkan panen menurun. Itu berpengaruh kepada pasokan yang biasanya 3-4 ton perhari, menjadi sekitar 2 ton,” tuturnya.

Permana menuturkan, di Sumsel juga memiliki produksi bawang, tepatnya di Pagaralam. Hanya saja, produksinya masih minim sekira 200 kg per hari. Tentunya hal itu tidak mencukupi kebutuhan masyarakat Sumsel yang rata-rata menggunakan bawang untuk semua jenis masakannya.

“Mau masak sayur pakai bawang, pempek, model, bakso, dan sebagainya juga. Ini seakan-akan jadi bahan bumbu dapur utama yang tak bisa ditinggalkan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan pantauan ke lapangan Disperindag Sumsel per harinya, kenaikan harga tersebut sudah terjadi seminggu terakhir. Harga yang dianjurkan pemerintah adalah Rp42.500.

Namun karena faktor kualitas dan bawang pilihan, banyak pedagang bawang merah yang menjual dengan harga Rp50.000. “Kita harapkan nantinya musim kemarau akan menstabilkan distribusi bawang merah. Diprediksi akhir Maret nanti sudah normal kembali,” harapnya

Permana menyebutkan, pihaknya tetap kekeuh dengan tidak mau membuka keran impor bawang merah untuk Sumsel. Hal itu karena dapat membunuh para petani yang hendak mengembangkan pertanian bawang merah.

“Bawang putih sudah dibuka keran impornya, namun bawang merah masih kita tahan. Sengaja, agar petani yang mau menanam bawang bisa termotivasi, kita akan bantu dalam hal pembibitan,” tandasnya. #idz