Home / Headline / Hindari Drama Adu Penalti

Hindari Drama Adu Penalti

03 10 -- Trafeo Pusamania Borneo FC vs Sriwijaya FC vs Surabaya United okPalembang, BP

Sriwijaya FC akan melakoni babak semifinal Piala Gubernur Kalimantan Timur, melawan Pusamania Borneo FC di Stadion Segiri, Samarinda, Kamis malam (10/3).

Setelah melawan Borneo FC selama 45 menit, SFC akan langsung turun melawan Surabaya United di partai kedua. Anak asuh Benny Dollo mengusung hasil sempurna di waktu normal, dan semaksimal mungkin menghindari drama adu penalti.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin untuk menang di waktu normal,” kata Asisten Pelatih SFC Hartono Ruslan, Kamis (9/3).

Laskar Wong Kito tak sedikitpun gentar bila pemenang harus ditentukan lewat drama adu penalti, karena punya kiper berpengalaman, Dian Agus Prasetyo. Namun begitu, drama tos-tosan juga butuh hoki atau dewi fortuna. Tak heran bila SFC coba menghindari hal itu.

“Kita akan berusaha semaksimal mungkin mengamankan tiket final,” jelasnya.

Di partai perdana babak semifinal, SFC akan menghadapi Borneo FC, tim yang berhasil menjadi pemuncak di grup A. Melawan anak asuh Basri Badrusalam ini, pemain sudah diingatkan untuk mewaspadai Ponaryo Astaman, Tarik Boschetti, Edilson Tavares, Rizki Pora, Lerby dan Terens Puhiri.

Pemain ini akan mendapatkan kawalan ketat dari pemain bertahan Laskar Wong Kito. “Kita akan kawal ketat seluruh penyerang pemain lawan,” tegasnya.

Sementara di lini depan, Alberto Goncalves dan kawan-kawan selama dua hari terakhir sudah menjalani latihan keras untuk memperbaiki penyelesaian akhir.

“Babak penyisihan kita sedikit memasukkan gol, maka kita fokus membenahi penyelesaian akhir, agar peluang mencetak gol bisa dimaksimalkan,” jelas Hartono.

Meski sudah melakukan latihan, masalah lain datang. Sang kreator serangan Laskar Wong Kito, Firman Utina, absen. Kapten SFC ini harus menepi karena masih mengalami cedera engkel yang cukup parah.

Firman tidak bisa main, saat SFC melawan Borneo FC dan Surabaya United. Sebagai penggantinya, pelatih menunjuk Hapit Ibrahim.

“Baik SFC, Borneo FC, ataupun Surabaya United, punya peluang yang sama. Semua punya kelebihan masing-masing, tinggal siapa yang lebih siap dan beruntung di lapangan nanti yang akan menang,” sebut mantan Asisten Kas Hartadi ini.

Setelah melawan Pusamania Borneo FC, Beto dan kawan-kawan akan langsung menghadapi Surabaya United. Pelatih belum dapat berbicara terkait rotasi yang mungkin akan dilakukan. Kondisi terakhir pemain saat melawan Borneo FC masih akan dilihat dulu.

“Kita akan lihat kondisi pemain. Pastinya lawan Surabaya United, tim harus tetap semangat dan punya tenaga cukup, karena tim lawan bermaterikan pemain muda,” jelasnya.

Fandi Eko, Rudi Widodo, dan Ilham Udin, menjadi pemain yang tampil cukup garang bagi Surabaya United. Pemain ini terus berlari selama pertandingan, tak mudah dapat mengawal mereka.

“Pemain belakang harus berkonsentrasi penuh, jangan sampai kecolongan, mereka punya pemain dengan semangat yang tinggi,” tegasnya.

Sementara itu, Surabaya United sendiri mengaku akan tampil tanpa beban di semifinal turnamen Piala Gubernur Kaltim. Pelatih Surabaya United Ibnu Grahan mengaku bersyukur timnya bisa menyelesaikan babak penyisihan grup C di Balikpapan sebagai juara grup dan lolos ke semifinal.

“Sejak awal kami memang tidak memberi target khusus kepada pemain. Kita datang ke Balikpapan, kemudian sekarang beralih ke Samarinda memang untuk bersenang-senang, menikmati setiap pertandingan,” katanya.

Pada laga semifinal dengan format trofeo, Surabaya United akan menghadapi tuan rumah Pusamania Borneo FC dan SFC.

“Tim kami banyak dihuni pemain muda, sehingga ajang ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk unjuk kemampuan, khususnya di kandang lawan. Kami membawa 19 pemain dan semuanya siap turun, termasuk Emile Mbamba yang di laga terakhir absen karena akumulasi kartu kuning,” kata Ibnu Grahan.

Menurut Ibnu, format trofeo menjadi pengalaman pertama bagi timnya, namun secara prinsip tidak terlalu banyak berpengaruh terhadap kesiapan para pemain.

“Hitung-hitung kita uji coba dengan dua lawan berbeda selama 90 menit. Turnamen ini juga menjadi batu loncatan bagi Surabaya United untuk menghadapi kompetisi resmi,” ujar mantan pemain Persebaya Surabaya itu. #zal

 

 

 

 

 

x

Jangan Lewatkan

KPK Imbau Cakada di 4 Wilayah Jujur Melaporkan Dana Kampanye, Termasuk Sumsel

Palangkaraya,BP  Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengimbau para pasangan calon kepala daerah (cakada) di empat wilayah Provinsi ...